CIMAHI-GMN,- Kepemimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi resmi berganti. Banu Laksmana, S.H., LL.M. menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Dr. Neneng Rahmadini, S.H., M.H. dalam acara pisah sambut yang digelar di Gedung Technopark Cimahi, Senin malam (10/8/2026).
Pergantian tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Kejari Cimahi. Pasalnya, setelah sekitar delapan bulan memimpin, Banu Laksmana mendapat amanah baru untuk menjalankan tugas di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) di Kejaksaan Agung RI sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).
Acara pisah sambut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Cimahi, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, perwakilan Polres Cimahi, Dandim 0609/Cimahi, perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Cimahi, Kepala BPKP, Kepala BNN Cimahi, unsur perbankan serta sejumlah stakeholder lainnya.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kilas balik perjalanan Banu Laksmana selama memimpin Kejari Cimahi turut ditampilkan melalui pemutaran video.
Dalam sambutannya, Banu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas Kejari Cimahi selama masa kepemimpinannya.
Menurut Banu, meski hanya sekitar delapan bulan, periode tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai unsur penegak hukum maupun Pemerintah Kota Cimahi.

“Meski hanya delapan bulan, banyak kegiatan yang kami lakukan, terutama membangun koordinasi dan sinergi dengan kepolisian, Pemerintah Kota Cimahi, serta seluruh aparat penegak hukum. Prinsipnya, penegakan hukum harus berjalan bersama dengan kolaborasi,” ujar Banu.
Banu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh mitra kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan.
Khusus kepada seluruh pegawai Kejari Cimahi, ia berpesan agar memberikan dukungan penuh kepada Kajari baru.

Neneng Rahmadini Bawa Semangat Baru
Sementara itu, Neneng Rahmadini resmi mengemban amanah sebagai Kajari Cimahi. Sebelumnya, ia bertugas di Kejaksaan Negeri Metro, Lampung.
Neneng menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, stakeholder hingga masyarakat.
Menurutnya, dukungan lintas sektor diperlukan agar pelaksanaan tugas kejaksaan, khususnya penegakan hukum, dapat berjalan secara optimal.
“Dukungan dan sinergi seluruh pihak sangat penting agar penegakan hukum di Kota Cimahi berjalan optimal,” kata Neneng.
Pergantian Kajari Cimahi ini sekaligus menjadi babak baru bagi Kejari Cimahi. Tantangannya bukan hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang profesional, transparan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

















