BANDUNG-GMN,- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Budi Luhur Cimahi menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XXVII Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Harus, Bandung Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 405 mahasiswa dari berbagai program studi resmi menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Anggota Komisi X DPR RI Hj. Ledya Hanifa, S.Si., M.Psi.T, Dirjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI Dr. Dwi Setiawan Susanto, SE., M.Si., Ak., serta Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM Lusi Lesminingwati, SE., MM.
Hadir pula perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, BP3MI Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi, organisasi profesi PPNI dan IBI, AIPKIND Jawa Barat, para pemuka agama, pengurus Yayasan Pambudhi Luhur 1976, jajaran senat akademik STIKes Budi Luhur Cimahi, orang tua wisudawan, serta mitra rumah sakit dan lahan praktik.

Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D, mengatakan wisuda tersebut menjadi momentum penting bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi keluarga dan seluruh civitas akademika yang selama ini ikut mengantarkan para lulusan menyelesaikan pendidikan.
“Meluluskan 405 orang mahasiswa dari semua program studi,” ujar Sri Wahyuni dalam laporan pendidikan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.
Dari jumlah tersebut, terdiri atas 223 wisudawan Program Studi Sarjana Keperawatan, 84 Program Profesi Ners, 64 Program D3 Keperawatan, 11 Program Profesi Bidan, serta 23 wisudawati Program D3 Kebidanan.
Sri Wahyuni juga menyampaikan capaian kelulusan Uji Kompetensi Nasional. Program Profesi Ners mencatat kelulusan sebesar 92,13 persen, D3 Keperawatan 95,52 persen, Profesi Bidan 78,6 persen, dan D3 Kebidanan mencapai 100 persen.
Khusus mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang mendapat amanah melalui LLDIKTI dan usulan masyarakat melalui Komisi X DPR RI, tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional juga menjadi salah satu capaian yang disoroti, yakni D3 Keperawatan 100 persen, D3 Kebidanan 100 persen dan Pendidikan Ners sekitar 95 persen.
Kembangkan SDM dan Fasilitas Pendidikan
STIKes Budi Luhur Cimahi juga terus melakukan penguatan sumber daya manusia dan sarana prasarana pendidikan.
Saat ini, jumlah dosen bergelar doktor di lingkungan STIKes Budi Luhur mencapai 14 orang atau sekitar 22,5 persen. Pengembangan kompetensi tenaga pengajar juga dilakukan melalui pendidikan spesialis dan program doktor.
Di bidang fasilitas, kampus telah menyelesaikan pembangunan gedung Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan Computer Based Test (CBT) yang ditujukan untuk mendukung peningkatan kesiapan mahasiswa menghadapi uji kompetensi.
STIKes Budi Luhur juga memperoleh Hibah Penguatan Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2025 dari Kemendiktisaintek berupa peralatan Laboratorium Klinik berbasis teknologi informasi senilai sekitar Rp487 juta.
“Pengembangan sarana terus dilakukan, termasuk laboratorium klinik untuk meningkatkan kompetensi keterampilan mahasiswa,” kata Sri.
Alumni STIKes Budi Luhur Menjangkau Dunia Internasional
Tidak hanya bidang akademik, STIKes Budi Luhur Cimahi juga mengembangkan program internasional dan penguatan penyaluran alumni ke luar negeri.
Sejak program internasional dirintis pada 2011, hingga September 2026 tercatat 243 lulusan telah dibantu dan disalurkan untuk bekerja di berbagai negara, antara lain Jepang, Jerman, Turki, Malaysia, Arab Saudi dan Kuwait.
Pada tahun ini, sejumlah alumni juga mendapat kesempatan mengikuti program internasional, termasuk pertukaran budaya ke Jerman serta penempatan kerja di sektor kesehatan di Jepang.
STIKes Budi Luhur juga memperpanjang kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan alumni untuk bekerja ke luar negeri secara aman.
Kerja sama tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Direktorat Jenderal terkait untuk pembentukan Budi Luhur Migrant Center.
Melalui BP3MI Jawa Barat, STIKes Budi Luhur juga dipercaya terlibat dalam program SMK Go Global Batch 1 dengan 120 peserta. Sebanyak 29 peserta di antaranya merupakan alumni Budi Luhur.
Program tersebut mencakup pelatihan dan sertifikasi caregiver untuk kebutuhan tenaga kerja di Jepang serta sejumlah negara Eropa dengan pembiayaan dari pemerintah.
Mahasiswa Berprestasi hingga Tingkat Nasional
Di bidang kemahasiswaan, Sri Wahyuni menyebut mahasiswa STIKes Budi Luhur terus didorong untuk berprestasi, baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah prestasi mahasiswa D3 Keperawatan, Deri Supyandi, yang terpilih sebagai Duta Inspirasi Indonesia Batch 21 dari Kemenpora RI untuk mewakili Jawa Barat.
Selain itu, budaya penelitian dan publikasi ilmiah juga terus diperkuat.
Sepanjang Tahun Akademik 2025/2026, sebanyak 43 dari 59 dosen tetap atau 72,9 persen terlibat dalam 20 hibah penelitian internal. Sementara kegiatan pengabdian kepada masyarakat mencapai 95 kegiatan, termasuk 10 kegiatan berskala internasional.
Dari kegiatan tersebut, sivitas akademika STIKes Budi Luhur menghasilkan 48 publikasi ilmiah, 25 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan 29 buku.
STIKes Budi Luhur juga memperoleh dua hibah penelitian nasional melalui Program BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026 dengan total pendanaan Rp140.950.000.
Untuk program pengabdian kepada masyarakat, kampus memperoleh hibah senilai Rp133.767.655 melalui program diseminasi penanggulangan sampah dan masalah kesehatan terkait sampah di Kota Cimahi.
Sementara itu, delapan dosen memperoleh bantuan publikasi pada jurnal bereputasi dengan total bantuan mencapai Rp80 juta.
Capaian penelitian dan publikasi tersebut turut mendorong peningkatan klaster penelitian STIKes Budi Luhur Cimahi dari Klaster Binaan menjadi Klaster Pratama.
Pesan untuk Lulusan: Ilmu Harus Disertai Hati Nurani
Dalam kesempatan tersebut, pesan khusus juga disampaikan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar akademik.
Para lulusan diingatkan bahwa dunia kesehatan bukan hanya membutuhkan kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga empati, integritas dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut sejalan dengan tema wisuda tahun ini, yakni “Membangun Generasi Kesehatan yang Unggul, Spiritual, dan Berbudi Luhur.”
Para lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang terus meningkatkan kompetensi, memiliki landasan spiritual serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesinya.
“Jadilah generasi kesehatan yang memadukan akal yang cerdas, hati yang bersih, tangan yang terampil dan jiwa yang mengabdi,” pesan yang disampaikan dalam rangkaian wisuda tersebut.
Kepada para orang tua, pihak STIKes Budi Luhur menyampaikan apresiasi atas doa, dukungan dan pengorbanan yang telah diberikan hingga putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.
Sementara kepada para wisudawan, mereka diingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Teruslah belajar, teruslah melangkah, teruslah mengabdi. Karena ilmu adalah amanah, profesi adalah pengabdian, dan kehidupan adalah kesempatan untuk menjadi manfaat bagi sesama,” demikian pesan penutup dalam kegiatan wisuda tersebut.

















