BANDUNG-GMN,- Pemerintah Kota Cimahi menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Mochamad Ronny, S.I.P., M.T., Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemerintah Kota Cimahi, saat menghadiri Wisuda XXVII dan Angkat Sumpah STIKes Budi Luhur Cimahi, Rabu (16/9/2026).
Mochamad Ronny hadir mewakili Pemerintah Kota Cimahi dalam acara yang berlangsung di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sambutan Gubernur Jawa Barat kepada jajaran STIKes Budi Luhur Cimahi, para orang tua, serta para wisudawan dan wisudawati.
Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang disampaikannya, Ronny menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan memasuki tahapan baru dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan dan hari ini memasuki tahap baru dalam kehidupan dan pengabdian,” demikian pesan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan melalui Ronny.
Tantangan Kesehatan Masih Membutuhkan Tenaga Profesional
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Jawa Barat terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sejumlah indikator pembangunan manusia dan kesehatan menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat tahun 2025 mencapai 75,90, sementara Umur Harapan Hidup (UHH) mencapai 75,53 tahun.
Namun, capaian tersebut dinilai bukan berarti seluruh persoalan kesehatan telah selesai. Masih terdapat berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian, mulai dari pelayanan kesehatan masyarakat, tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, hingga kebutuhan pemerataan tenaga kesehatan.
Karena itu, keberadaan lulusan bidang kesehatan dinilai memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
“Angka yang baik bukan berarti pekerjaan kita sudah selesai. Di balik angka tersebut masih ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” pesan Gubernur yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Tenaga Kesehatan Harus Adaptif di Era Digital
Perubahan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan masa kini. Digitalisasi layanan kesehatan, rekam medis elektronik, telemedicine hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam dunia pelayanan kesehatan.
Para lulusan STIKes Budi Luhur Cimahi pun diingatkan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.
“Ijazah bukan akhir dari pendidikan. Ijazah adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” demikian pesan yang disampaikan kepada para wisudawan.
Meski teknologi berkembang pesat, aspek kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam profesi kesehatan.

Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut mampu memahami penyakit, tetapi juga harus mampu memahami kondisi pasien, mendengarkan kekhawatiran keluarga dan memberikan pelayanan dengan empati.
Panca Waluya Jadi Nilai bagi Tenaga Kesehatan
Dalam sambutan tersebut, para lulusan juga diajak membawa nilai-nilai luhur masyarakat Sunda dalam menjalankan profesinya.
Nilai silih asih, silih asah dan silih asuh diharapkan menjadi bagian dari karakter tenaga kesehatan, yakni saling menyayangi, saling belajar dan saling menjaga.
Selain itu, tenaga kesehatan diharapkan memiliki nilai Panca Waluya, yaitu cageur, bener, pinter, bageur dan singer.
Cageur berarti sehat lahir dan batin, bener berarti benar dalam ilmu, sikap dan integritas, pinter berarti terus belajar dan meningkatkan kompetensi, bageur berarti memiliki empati dan kepedulian, sedangkan singer berarti tanggap, disiplin serta mampu beradaptasi dengan perubahan.
Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian
Kepada para wisudawan, disampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir dari perjuangan.
Setelah memasuki dunia kerja, para lulusan akan berhadapan dengan pasien yang membutuhkan pertolongan, keluarga yang sedang cemas serta berbagai kondisi pelayanan kesehatan yang tidak selalu ideal.
Di tengah kondisi tersebut, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pendidikan akan diuji melalui pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Bukan hanya seberapa tinggi nilai akademik saudara, tetapi seberapa besar manfaat ilmu itu bagi orang lain,” demikian pesan yang disampaikan.
Pemerintah Kota Cimahi juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjuangan para wisudawan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Wisuda dinilai bukan hanya menjadi keberhasilan mahasiswa, tetapi juga buah dari doa, dukungan dan pengorbanan keluarga.
STIKes Budi Luhur Diharapkan Terus Cetak Tenaga Kesehatan Berkualitas
Dalam kesempatan tersebut, STIKes Budi Luhur Cimahi diharapkan terus melahirkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter, integritas dan semangat pengabdian.
Jawa Barat membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, kepedulian dan harapan bagi masyarakat.
Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, pesan yang disampaikan adalah agar ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah dapat dibawa ke tengah masyarakat.
“Jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, profesi sebagai jalan kemanusiaan, dan integritas sebagai pegangan,” pesan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan melalui perwakilan Pemerintah Kota Cimahi.
Sambutan tersebut ditutup dengan pesan agar para lulusan menjadi tenaga kesehatan yang cageur, bener, pinter, bageur dan singer, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.
“Pergi ke Cianjur membawa bekal,
Singgah sebentar di tanah Priangan.
Selamat wisuda para insan unggul,
Terus mengabdi untuk kemanusiaan.”
Wilujeng ngalakonan pangabdian. Dari Jawa Barat, untuk Indonesia.

















