Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

Sartono Kembali Maju sebagai Calon Ketua RW 23 Cilame, Usung Gagasan “RW 23 HEBAT”

384
×

Sartono Kembali Maju sebagai Calon Ketua RW 23 Cilame, Usung Gagasan “RW 23 HEBAT”

Sebarkan artikel ini
Sartono kembali mencalonkan diri sebagai Ketua RW 23 Cilame, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, untuk periode 2026–2031.
Example 468x60

BANDUNG BARAT — Sartono kembali mencalonkan diri sebagai Ketua RW 23 Cilame, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, untuk periode 2026–2031.

Sartono sebelumnya dipercaya memimpin RW 23 selama periode 2021–2026. Dalam pemilihan Ketua RW yang akan digelar sesuai tahapan panitia, ia kembali maju dengan membawa gagasan “Menuju RW 23 yang HEBAT”.

Example 300x600

RW 23 Cilame merupakan kawasan perumahan yang berkembang sejak sekitar tahun 2000. Wilayah ini berbatasan dengan Kampung Babakan Garut, Desa Mekarsari, dan saat ini terdiri atas 12 RT dengan jumlah warga lebih dari 500 kepala keluarga (KK).

Selama menjadi Ketua RW, Sartono menyebut berbagai program telah dijalankan bersama pengurus RW, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, pemuda hingga warga.

Sejumlah Program Lingkungan Telah Dilaksanakan

Beberapa program yang dilakukan selama periode 2021–2026 di antaranya pelayanan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat, pembenahan drainase dan saluran air, serta pembangunan dan perbaikan jembatan di sejumlah titik, termasuk wilayah RT 02 dan RT 07.

Penataan lapangan lingkungan juga dilakukan untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, kegiatan sosial, keagamaan hingga kegiatan bersama warga.

Di bidang sosial dan kemasyarakatan, RW 23 turut menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI serta kegiatan keagamaan dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Kegiatan tersebut antara lain pengajian, Isra Mikraj, Maulid Nabi, santunan anak yatim serta kegiatan sosial lainnya.

Pengurus RW juga terlibat dalam aksi kemanusiaan berupa penggalangan dan penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak bencana, termasuk korban gempa Cianjur dan bencana longsor di Cipongkor pada 2022.

Selain itu, terdapat kegiatan donor darah, Posyandu, gotong royong, kepemudaan serta berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Baca Juga:  Ini Langkah Nyata Pemkot Cimahi Tekan Pengangguran: 83 Peserta Pelatihan Menjahit Langsung Ditempatkan di Tiga Perusahaan

Dalam aspek keamanan lingkungan, pengurus RW bersama para ketua RT turut mendorong keberadaan sarana pendukung seperti pos ronda dan tempat musyawarah warga.

“Selama lima tahun, tentu tidak semua persoalan bisa diselesaikan sekaligus. Tetapi banyak hal yang sudah kita kerjakan bersama. Apa yang sudah dicapai bukan hasil kerja saya pribadi, melainkan hasil kebersamaan seluruh pengurus dan warga RW 23,” kata Sartono.

Sejumlah Pekerjaan Masih Menjadi PR

Sartono mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan lingkungan yang membutuhkan penanganan dan menjadi perhatian untuk periode berikutnya.

Salah satunya kondisi sisi jalan yang mengalami longsor atau pengikisan tanah di sejumlah titik, terutama wilayah RT 10, RT 12 dan RT 02.

Penanganan diperlukan untuk mencegah kondisi tersebut semakin meluas sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan akses warga.

Revitalisasi drainase di RT 02 dan RT 12 juga menjadi pekerjaan yang perlu dilanjutkan. Pembenahan saluran diharapkan dapat meningkatkan fungsi drainase sekaligus mengantisipasi persoalan genangan dan aliran air ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Selain itu, pembangunan Posyandu RW 23 menjadi salah satu fasilitas yang ditargetkan dapat diselesaikan sehingga nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Persoalan Fasum dan Fasos Jadi Perhatian

Salah satu agenda yang akan terus didorong Sartono apabila kembali dipercaya memimpin RW 23 adalah proses serah terima fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum/fasos) dari pengembang kepada pemerintah daerah.

Menurut Sartono, proses tersebut hingga kini masih membutuhkan komunikasi dan pengajuan lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.

“Fasum dan fasos ini menjadi salah satu perhatian utama. Kita ingin ada kejelasan mengenai status dan pengelolaannya. Karena fasilitas tersebut digunakan dan dibutuhkan masyarakat, maka proses serah terimanya perlu terus kita dorong sesuai ketentuan dan kewenangan masing-masing pihak,” ujarnya.

Baca Juga:  STIKes Budi Luhur Jadi Lokasi Perdana Kick Off “SMK Go Global” di Kota Cimahi, 120 Peserta Disiapkan Bekerja ke Luar Negeri

Ia menilai kepastian status fasum/fasos penting untuk memudahkan pengelolaan, pemeliharaan serta penataan fasilitas lingkungan ke depan.

Usung Gagasan RW 23 HEBAT

Untuk periode 2026–2031, Sartono membawa gagasan “Menuju RW 23 yang HEBAT”.

HEBAT merupakan akronim dari:

  • H — Harmonis
  • E — Empati
  • B — Bersatu
  • A — Amanah
  • T — Tulus

Gagasan tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan yang lebih maju, aman, nyaman, tertata dan sejahtera dengan mengedepankan kebersamaan serta pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain melanjutkan pembenahan drainase, penanganan longsor dan turap, menyelesaikan pembangunan Posyandu, mengembangkan sarana lingkungan, menata fasum/fasos serta memperkuat kegiatan sosial, keagamaan, kepemudaan dan kemasyarakatan.

“Kalau nanti masyarakat kembali memberikan kepercayaan, saya ingin melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. Yang sudah baik kita pertahankan, yang masih kurang kita perbaiki, dan persoalan yang belum mendapatkan penyelesaian akan kita perjuangkan bersama melalui jalur dan mekanisme yang berlaku,” kata Sartono.

Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pemilihan

Pemilihan Ketua RW 23 periode 2026–2031 diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan kepemimpinan lingkungan selama lima tahun mendatang.

Sartono berharap seluruh tahapan pemilihan berlangsung tertib, aman dan tetap mengedepankan suasana kekeluargaan.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan untuk memecah hubungan antarwarga.

“Pada akhirnya, kita semua tetap satu keluarga besar RW 23. Perbedaan pilihan dalam pemilihan adalah hal yang wajar. Yang terpenting setelah pemilihan adalah bagaimana kita kembali bersatu dan bersama-sama membangun lingkungan,” ujarnya.

Dalam pencalonannya, Sartono membawa tiga prinsip, yakni “Berani Menyelesaikan, Jalankan Amanah, Nyata Bekerja.”

Adapun gagasan yang diusung adalah “Menuju RW 23 yang HEBAT: Harmonis, Empati, Bersatu, Amanah dan Tulus.”

Pemilihan Ketua RW 23 Cilame periode 2026–2031 akan dilaksanakan sesuai tahapan dan mekanisme yang ditetapkan panitia, dengan melibatkan unsur masyarakat RW 23.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!