BANDUNG BARAT-GMN,- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi meningkatkan kapasitas listrik PT Kurnia Parama Adhara, perusahaan pengolahan mineral di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dari 1.110 kilovolt ampere (kVA) menjadi 1.730 kVA. Proses penambahan daya tersebut berhasil diselesaikan dalam satu hari kerja, tepatnya pada 21 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung kebutuhan energi sektor industri sekaligus menjaga kelancaran operasional perusahaan manufaktur di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Peningkatan daya dilakukan melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Prima Cibabat dengan dukungan PLN UP3 Cimahi. Layanan tersebut diharapkan mampu menunjang produktivitas perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung perkembangan industri pengolahan mineral.
PT Kurnia Parama Adhara berlokasi di Jalan Raya Pamucatan KM 22,5, Ciburuy, Padalarang. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan mineral, khususnya memproduksi kapur bakar (quick lime) dan kapur padam (hydrated lime) yang digunakan sebagai bahan pendukung berbagai kebutuhan industri.
Ketersediaan listrik yang memadai menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan dalam menjalankan proses produksi, mulai dari pengoperasian mesin hingga pengolahan bahan baku.
Dengan kapasitas daya terpasang yang kini mencapai 1.730 kVA, perusahaan diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar dengan lebih baik.
PLN Percepat Layanan untuk Pelanggan Industri
Manager PLN UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, mengatakan momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi pengingat pentingnya kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan bangsa, termasuk melalui pelayanan kelistrikan bagi sektor produktif.
Menurut Aryta, dukungan terhadap kebutuhan listrik dunia usaha merupakan salah satu langkah untuk memperkuat perekonomian daerah dan mendorong pertumbuhan industri.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa kemajuan bangsa dibangun melalui persatuan, kerja keras, dan kontribusi nyata. Bagi PLN UP3 Cimahi, semangat tersebut diwujudkan melalui penyediaan energi listrik yang mendukung aktivitas produktif masyarakat, termasuk sektor industri,” ujar Aryta.
Ia menjelaskan, penyelesaian penambahan daya dalam satu hari kerja merupakan hasil koordinasi antara PLN ULP Prima Cibabat, PLN UP3 Cimahi, dan pihak pelanggan.
PLN, lanjutnya, terus berupaya menghadirkan layanan yang responsif, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kepuasan pelanggan.
“Kami memahami bahwa kebutuhan listrik berkaitan erat dengan keberlangsungan proses produksi dan aktivitas ekonomi. Kami berharap tambahan kapasitas daya ini dapat mendorong peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Konsumsi Listrik Diproyeksikan Meningkat
Seiring penambahan kapasitas daya, kebutuhan energi listrik PT Kurnia Parama Adhara juga diproyeksikan meningkat.

Berdasarkan perhitungan yang disampaikan PLN, pemanfaatan energi listrik perusahaan diperkirakan mencapai 253.715 kilowatt-hour (kWh) pada Oktober 2026 dengan perhitungan proporsional, kemudian meningkat menjadi sekitar 553.600 kWh pada November 2026.
Peningkatan tersebut mencerminkan kebutuhan dukungan infrastruktur kelistrikan yang memadai untuk menunjang kegiatan produksi industri.
Adapun biaya penyambungan dalam layanan penambahan daya tersebut tercatat sebesar Rp391.220.000.
Dari sisi pelayanan, penyelesaian dalam satu hari kerja menunjukkan upaya PLN mempercepat pemenuhan kebutuhan kelistrikan pelanggan industri agar kegiatan usaha dapat didukung oleh kapasitas energi yang sesuai kebutuhan.
PLN Dorong Daya Saing Industri Jawa Barat
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Muhamad Joharifin, menegaskan bahwa dukungan terhadap kebutuhan listrik sektor industri merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjadi mitra strategis pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, pasokan listrik yang memadai berperan penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing industri.
“Energi listrik merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun perekonomian yang kuat dan berkelanjutan. Ketika kebutuhan energi sektor industri terpenuhi, perusahaan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan kapasitas usahanya,” ungkap Joharifin.
Ia menambahkan, semangat Hari Sumpah Pemuda juga relevan dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi, daya saing industri, dan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, PLN berupaya terus bertransformasi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar kebutuhan listrik pelanggan dapat terpenuhi secara andal.
“Kami ingin listrik menjadi energi yang mendukung lahirnya lebih banyak peluang, baik bagi industri, tenaga kerja, maupun generasi muda yang akan menjadi penggerak perekonomian masa depan,” katanya.
Diharapkan Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Penambahan daya PT Kurnia Parama Adhara diharapkan tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kegiatan industri yang berjalan optimal berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti transportasi, logistik, penyediaan bahan baku, serta berbagai usaha masyarakat di kawasan industri.
PLN UP3 Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan keandalan jaringan, percepatan proses layanan, dan penyediaan solusi kelistrikan sesuai kebutuhan pelanggan.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda ke-98, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi PLN dalam mendukung pertumbuhan sektor produktif dan memperkuat perekonomian daerah.
Melalui sinergi dengan pelaku usaha, PLN berharap ketersediaan listrik yang andal dapat menjadi pendorong pertumbuhan industri, peningkatan produktivitas, serta terbukanya peluang kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.

















