BANDUNG BARAT-GMN,- Di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat, masyarakat Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, bersama Kang ABR menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun.
Kegiatan tersebut digelar di lapangan yang dekat Rumah Aspirasi ABR, RW 19, Kampung Cihalimun, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (20/9/2026).
Salat istisqa diikuti masyarakat setempat dengan keterwakilan warga dari tiga wilayah RW, yakni RW 19, RW 22, dan RW 24. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
H. Asep Bayu Rohendi yang akrab dipanggil Kang ABR mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada ustaz dari Pondok Pesantren Roudlatul Ulum. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk bersama-sama memohon ampun, bertobat, dan berdoa agar Allah SWT segera menurunkan hujan.
“Maknanya yang pertama adalah memohon ampun dan bertobat melalui doa bersama agar segera diturunkan hujan,” ujar ABR Kepada Global Media News.

Menurut ABR, salat istisqa merupakan sunah muakkadah yang dianjurkan ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
Ia menyebut, kondisi di wilayahnya sudah cukup memprihatinkan karena masyarakat mengaku telah menghadapi minim hujan selama hampir tujuh bulan. Dampaknya mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.
“Di Kabupaten Bandung Barat, terutama di daerah kami, sudah hampir tujuh bulan tidak ada hujan. Desa kami sudah hampir mengalami kekeringan dan kesulitan air,” katanya.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas pertanian dan peternakan warga. Sejumlah lahan pertanian mulai mengalami kekeringan, sementara tanaman yang membutuhkan pasokan air terancam mati.
Selain itu, masyarakat yang memiliki peternakan juga mulai kesulitan mendapatkan rumput untuk pakan ternak.
“Kami masyarakat pertanian. Gunung-gunung sudah mulai kering, pertanian banyak yang mati, dan masyarakat yang memiliki peternakan juga mulai kesulitan mencari rumput,” tutur ABR.
Melalui pelaksanaan salat istisqa tersebut, masyarakat berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat dikabulkan dan hujan segera turun, khususnya untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
ABR juga berharap kondisi cuaca segera berubah sehingga kebutuhan air masyarakat, pertanian, maupun peternakan dapat kembali terpenuhi.
“Harapannya setelah salat istisqa dilaksanakan, segera turun hujan. Alhamdulillah, kelihatannya sekarang sudah mulai mendung,” pungkasnya.

















