Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

Jelang World Rabies Day 2026, Dispernakan KBB Gencarkan Vaksinasi Gratis 2.000 Dosis

39
×

Jelang World Rabies Day 2026, Dispernakan KBB Gencarkan Vaksinasi Gratis 2.000 Dosis

Sebarkan artikel ini
Dok. Foto (Istimewa)
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN — Menjelang peringatan World Rabies Day 2026 pada 28 September, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian rabies. Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas perlindungan terhadap hewan sekaligus menekan risiko penularan rabies kepada manusia.

Tahun ini, peringatan World Rabies Day mengusung tema “Satu Tujuan, Banyak Peran, Satu Gerakan Bersama” atau Stronger Together. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Barat bebas rabies.

Example 300x600

Kepala Dispernakan KBB, drh. Wiwin Aprianti, M.Si, mengatakan upaya pemberantasan rabies tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, dokter hewan, maupun tenaga kesehatan. Peran masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan, juga sangat penting dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.

“Melalui peran kolaboratif lintas sektor yang terdiri dari unsur pemerintah, profesional veteriner, tenaga kesehatan, komunitas, masyarakat, serta mitra lainnya, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam penanganan rabies,” ujar Wiwin, Kamis (17/9/2026).

Menurut Wiwin, penguatan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan bersamaan dengan berbagai aksi nyata di lapangan. Salah satunya melalui program vaksinasi rabies gratis yang menargetkan sebanyak 2.000 dosis.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi di wilayah Bandung Barat dengan melibatkan dokter hewan atau profesional veteriner di klinik hewan swasta, unit usaha mitra, komunitas, hingga lingkungan perumahan.

“Target 2.000 dosis vaksinasi gratis sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Bandung Barat dan sampai saat ini masih terus digencarkan,” katanya.

Namun, vaksinasi tidak diberikan kepada semua hewan tanpa pemeriksaan. Dispernakan KBB menetapkan sejumlah persyaratan untuk memastikan hewan dalam kondisi layak dan sehat sebelum mendapatkan vaksin.

Di antaranya, hewan harus berusia minimal empat bulan dan tidak sedang dalam kondisi bunting.

Baca Juga:  Kejari Cimahi Lantik Ricky Rangkuti Sebagai Kasi Pidum Baru, Fokus Tingkatkan Pelayanan Hukum dan Kepercayaan Publik

Dispernakan KBB Subsidi Sterilisasi 200 Kucing

Selain vaksinasi rabies, Dispernakan KBB juga menjalankan program sterilisasi kucing bersubsidi. Program ini menyasar 200 ekor kucing, terdiri dari 100 ekor kucing jantan dan 100 ekor kucing betina.

Program tersebut telah dimulai sejak awal September 2026 dan dilaksanakan di Klinik Hewan Cempakamekar serta Klinik Hewan Cisarua.

Untuk mendukung akses masyarakat, Dispernakan KBB memberikan subsidi biaya sterilisasi sebesar Rp185.000 untuk kucing jantan dan Rp260.000 untuk kucing betina.

Sterilisasi hanya dapat dilakukan terhadap kucing yang memenuhi persyaratan kesehatan. Kucing harus dalam kondisi sehat dan berusia minimal tujuh bulan.

Khusus kucing jantan, kedua testis harus sudah turun. Sedangkan kucing betina tidak sedang bunting atau setidaknya sudah berjarak 1,5 bulan setelah melahirkan. Kucing juga diwajibkan menjalani puasa selama delapan jam sebelum tindakan operasi.

Edukasi Rabies Diperluas Lewat Media Sosial

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Dispernakan KBB juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi mengenai bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi hewan secara rutin.

Pada 28 September 2026, bertepatan dengan World Rabies Day, Dispernakan KBB dijadwalkan menggelar podcast Instagram secara live dengan tema “Satu Tujuan Bebas Rabies, Stronger Together”.

Wiwin mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan vaksinasi rabies pada hewan peliharaan.

Ia juga meminta pemilik hewan melakukan vaksinasi secara rutin setiap tahun serta tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi kontak dengan hewan lain maupun manusia yang dapat meningkatkan risiko penularan rabies.

“Vaksinasi rutin dan pengawasan terhadap hewan peliharaan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan rabies,” kata Wiwin.

Melalui vaksinasi, sterilisasi, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor, Dispernakan KBB berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan rabies semakin meningkat sehingga target Kabupaten Bandung Barat bebas rabies dapat terus diperkuat.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!