CIMAHI-GMN,- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi memastikan kesiapan personel dan peralatan sebelum melaksanakan pekerjaan penarikan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) CGGC di Gardu Induk Cibabat, Jalan Sentral, Kota Cimahi, Rabu (9/9/2026).
Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan gelar pasukan dan peralatan sebagai bagian dari upaya PLN memastikan pekerjaan kelistrikan berjalan aman, tertib, terkoordinasi, serta memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan.
Dalam kegiatan tersebut, PLN melakukan pengecekan terhadap kesiapan personel, kelengkapan peralatan kerja, alat pelindung diri (APD), hingga metode pelaksanaan pekerjaan. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan dapat berjalan sesuai prosedur.

Pekerjaan penarikan SKTM tersebut berkaitan dengan kebutuhan kelistrikan PT China Gezhouba Group Corporation (CGGC), salah satu kontraktor yang terlibat dalam pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage di Jawa Barat.
Proyek Upper Cisokan Pumped Storage merupakan proyek strategis pembangkit listrik tenaga air milik PLN yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur. Berdasarkan dokumen PLN, proyek tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 1.040 megawatt (MW) dan dikembangkan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Manager PLN UP3 Cimahi, Aryta Wulandari, mengatakan kesiapan sebelum pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan pekerja sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

“Melalui gelar pasukan dan peralatan ini, kami memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta seluruh peralatan yang digunakan berada dalam kondisi siap dan sesuai standar. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan,” ujar Aryta.
Menurutnya, pekerjaan penarikan SKTM diharapkan dapat terlaksana secara aman dan lancar sehingga mampu mendukung kebutuhan kelistrikan serta pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Barat.
Aryta juga menekankan pentingnya koordinasi antara PLN, mitra kerja, dan seluruh pihak yang terlibat. Koordinasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi risiko di lapangan.
“Setiap pekerjaan kelistrikan harus dipersiapkan secara matang. Tidak hanya mengejar target teknis, tetapi juga harus mengedepankan keselamatan, mutu, dan keandalan pelayanan,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat Muhamad Joharifin mengapresiasi langkah PLN UP3 Cimahi yang melakukan pengecekan kesiapan personel dan peralatan sebelum pekerjaan dimulai.
Ia menegaskan, setiap pekerjaan kelistrikan harus dilaksanakan secara disiplin dengan berpedoman pada standar keselamatan dan kualitas.
“Kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi yang baik menjadi fondasi penting agar pekerjaan dapat berjalan aman dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Muhamad Joharifin.
Ia menambahkan, PLN berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang memiliki nilai strategis, termasuk dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Dengan gelar pasukan dan peralatan tersebut, PLN UP3 Cimahi menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan penarikan SKTM. Persiapan dan sinergi antara PLN dengan mitra kerja diharapkan dapat memastikan pekerjaan berlangsung aman, lancar, dan mendukung penguatan infrastruktur energi di Jawa Barat.

















