Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARATKesehatan

Camat Cisarua Beberkan Strategi Tekan Stunting, Edukasi dari Rumah ke Rumah Jadi Kunci

36
×

Camat Cisarua Beberkan Strategi Tekan Stunting, Edukasi dari Rumah ke Rumah Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Dok. Foto GlobalMedia Mews. (Istimewa)
Example 468x60

BANDUNG BARATGMN,- Pemerintah Kecamatan Cisarua bersama Puskesmas Pasirlangu terus memperkuat sinergi dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Aula Puskesmas Pasirlangu, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menyusun langkah penanganan stunting secara lebih terarah.

Example 300x600
Dok. Foto GlobalMedia News. (Istimewa)

Camat Cisarua Iwan Mustawan Azis, AP., S.Sos., M.Si. mengatakan, rembug stunting menjadi momentum untuk mengidentifikasi warga yang terindikasi mengalami persoalan stunting, termasuk anak-anak dan ibu hamil yang masuk dalam kelompok sasaran.

“Kami bersinergi dengan Puskesmas Pasirlangu untuk membahas beberapa hal penting terkait pemecahan masalah stunting di wilayah Kecamatan Cisarua,” ujar Iwan saat ditemui GlobalMediaNews di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, setelah sasaran teridentifikasi, pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan perlu mencari solusi secara bersama-sama. Kolaborasi dilakukan dengan melibatkan puskesmas, UPTKB, pemerintah desa hingga para kader di tingkat masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan stunting dapat segera ditangani dan tidak berdampak terhadap tumbuh kembang anak pada masa mendatang.

“Yang kedua, tentunya kami mencari solusi melalui beberapa stakeholder bersama puskesmas dan PTKB yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua, bagaimana ke depan persoalan tersebut bisa diselesaikan sehingga tidak menjadi kondisi yang semakin buruk bagi anak-anak di masa yang akan datang,” jelasnya.

Iwan menegaskan, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah kecamatan maupun puskesmas. Peran pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting.

Karena itu, ia mendorong seluruh pemerintah desa di Kecamatan Cisarua untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengurangi angka stunting di wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Nilai Anggaran Proyek Drainase PUPR KBB Akhirnya Dicantumkan, Pelaksana Akui Ada Kesalahan Teknis

“Harapannya dari kegiatan rembug stunting ini, seluruh masyarakat dan pemerintah desa, termasuk kami di kecamatan, harus sinergi dan berkolaborasi bagaimana caranya mengurangi jumlah angka stunting di wilayah desanya masing-masing, khususnya di Kecamatan Cisarua,” katanya.

Libatkan Pemerintah Desa hingga Kader Posyandu

Rembug stunting tersebut melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanganan masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Iwan menyebut, pihak yang hadir antara lain Kepala UPTKB, Kepala Puskesmas Pasirlangu, para kepala desa, Ketua BPD, Tim Penggerak PKK, serta kader masyarakat, termasuk kader PKK dan kader Posyandu.

Keterlibatan banyak unsur tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai stunting hingga ke tingkat keluarga.

Para kader yang mengikuti kegiatan juga diharapkan dapat meneruskan informasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Seluruh kader yang hadir hari ini sudah dibekali dengan informasi tersebut dalam upaya menekan angka stunting di Kecamatan Cisarua,” ungkapnya.

Pemahaman Masyarakat Masih Jadi Tantangan

Iwan mengakui, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan stunting adalah masih perlunya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko stunting terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, edukasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi secara umum. Pemerintah perlu melakukan pendekatan langsung kepada keluarga yang menjadi sasaran.

“Kami mencoba untuk langsung berkomunikasi secara detail dari rumah ke rumah. Kalau tidak seperti itu, sepertinya tidak akan mencapai target yang diinginkan, yaitu zero stunting di level kabupaten,” tuturnya.

Ia menyadari upaya tersebut membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Namun, menurut Iwan, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memastikan persoalan stunting dapat ditekan secara maksimal.

“Memang ini melelahkan, cuma barangkali itu ikhtiar kami sebagai pemerintah setempat agar kondisi ini cepat pulih seperti sediakala,” pungkasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!