GMN, Bandung Barat — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui program pendidikan pemilih. Kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemilih Cerdas, Pemilu Berkualitas” digelar di Lembang Asri Kab Bandung Barat, Selasa (28/4/1026), dengan melibatkan berbagai organisasi dan komunitas anak muda di wilayah Bandung Barat.
Ketua KPU Bandung Barat, Ripqi Ahmad Sulaeman, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman terkait proses pemilu dinilai perlu ditanamkan sejak dini.

“Tngkat partisipasi pemilih di Bandung Barat menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah 2024, angka partisipasi tercatat sekitar 73 persen, sementara pada pemilihan presiden mencapai 93 persen, meningkat dibandingkan 2019,” kata Ripqi.
Meski demikian, KPU masih menemukan sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait pemahaman teknis pemilih. Dalam evaluasi sebelumnya, masih ada masyarakat yang belum mengenal calon legislatif maupun tata cara pencoblosan yang benar, bahkan hingga menyebabkan suara tidak sah.
Untuk mengatasi hal tersebut, KPU Bandung Barat mengadopsi berbagai strategi, termasuk pendekatan langsung ke sekolah-sekolah. Melalui kerja sama dengan dinas pendidikan, KPU berupaya menjangkau siswa SMA sederajat yang sudah memiliki hak pilih.
“Nantinya, tidak hanya memberikan edukasi dasar tentang pemilu, tetapi juga mendorong siswa untuk menjadi agen literasi demokrasi di lingkungan sekitarnya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas partisipasi, bukan sekadar kuantitas,” imbuhnya.
Ripqi menambahkan, mulai tahun 2027 pihaknya akan lebih sistematis dalam memetakan keterlibatan pemilih pemula sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun budaya demokrasi yang lebih matang di kalangan generasi muda.











