CIMAHI-GMN,- Proses penyaluran bantuan pangan berupa beras Bulog 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter di Kelurahan Cimahi menuai keluhan dari sejumlah warga penerima manfaat.
Pasalnya, masyarakat mengaku harus membawa Kartu Keluarga (KK) asli saat mengambil bantuan pangan, meskipun sudah jelas dalam surat undangan yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), disebutkan persyaratannya, yakni membawa surat undangan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli apabila bantuan diambil sendiri oleh penerima manfaat.
Namun, saat tiba di lokasi penyaluran bantuan, sejumlah warga mengaku diminta menunjukkan dan membawa KK asli sebagai syarat tambahan.
“Di undangan sudah jelas tertulis membawa surat undangan dan KTP. Tapi ketika datang ke lokasi, kami diminta pulang lagi untuk mengambil KK asli,” ujar salah seorang penerima manfaat kepada GlobalMediaNews, Kamis (4/6/2026).
Kebijakan tersebut membuat sebagian warga harus bolak-balik dari rumah ke lokasi penyaluran bantuan. Bahkan, beberapa penerima bantuan yang telah membawa KTP elektronik dan memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) tetap diminta menunjukkan serta membawa Kartu Keluarga (KK) fisik aslinya.
Menurut petugas yang berada di lokasi penyaluran, ketentuan tersebut merupakan prosedur yang harus dijalankan sesuai arahan pihak Bulog.
“Kalau mau komplain silakan ke Bulog, kami hanya menjalankan aturan,” ujar petugas saat menjawab saat dikonfirmasi terkait persyaratan tambahan tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai sinkronisasi kebijakan administrasi kependudukan dengan program bantuan pangan dari pemerintah. Pasalnya, pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi digital melalui penerapan IKD guna mempermudah pelayanan publik serta mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik.
Warga berharap adanya kejelasan dan sosialisasi yang lebih baik terkait persyaratan pengambilan bantuan pangan agar tidak menimbulkan kebingungan maupun menyulitkan masyarakat penerima manfaat.
“Rakyat sudah susah jangan dipersulit lagi. Kalau memang harus membawa KK, seharusnya dicantumkan sejak awal di surat undangan,” ungkap warga.
Selain meminta prosedur yang lebih sederhana, masyarakat juga berharap penyaluran bantuan pangan tersebut dapat dilakukan secara transparan, efektif, dan ramah bagi kelompok penerima manfaat yang sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Saat dikonfirmasi kepada pihak bulog terkait keluhan tersebut, Nani yang mengaku bertugas membantu kegiatan penyaluran dari Gudang Bulog Cimahi menyampaikan bahwa dirinya akan meneruskan masukan tersebut kepada pihak yang berwenang.
“Mohon maaf, kemarin saya hanya membantu kegiatan penyaluran. Posisi saya dari Gudang Bulog Cimahi. Nanti masukan ini akan saya sampaikan kepada bagian yang menangani penyaluran di wilayah Cimahi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya.
Pihak Bulog juga menyarankan agar menghubungi bagian terkait.

















