Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

Bandung Barat Kembangkan Ekonomi Sirkular, Sampah Organik Diolah Jadi Pakan Unggas dan Pupuk

33
×

Bandung Barat Kembangkan Ekonomi Sirkular, Sampah Organik Diolah Jadi Pakan Unggas dan Pupuk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus mendorong pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dikembangkan yakni penerapan ekonomi sirkular berbasis green farming melalui fasilitas Budidaya Unggas Terpadu dan pengolahan sampah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) di Komplek PPR ITB, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang.

Example 300x600

Fasilitas tersebut secara resmi diresmikan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Selasa (18/8/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Bersemi Farm, serta dukungan CSR dari PT Bank Mandiri Taspen dan Danantara Indonesia.

Jeje mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mengubah persoalan sampah organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

“Apa yang kita lihat hari ini merupakan contoh konkret penanganan sampah berbasis solusi. Sampah organik yang selama ini menjadi persoalan, kini mampu dikelola dan dimanfaatkan melalui budidaya maggot yang terintegrasi langsung dengan peternakan unggas,” ujar Jeje.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan upaya Pemkab Bandung Barat dalam menggabungkan kepentingan pelestarian lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Sistem ini memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sejalan dengan program Pemkab Bandung Barat untuk menyelaraskan kelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi warga,” katanya.

Sampah Organik Diolah Jadi Pakan Ayam

Program yang mengusung konsep “Dari Sampah Menjadi Gizi” itu menerapkan sistem produksi yang saling terhubung. Sampah organik dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot BSF, kemudian maggot yang dihasilkan digunakan sebagai salah satu alternatif pakan unggas.

Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 200 hingga 250 kilogram sampah organik setiap hari melalui media biopond maggot BSF.

Maggot hasil budidaya selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ayam kampung petelur. Dari sistem tersebut, peternakan diharapkan mampu menghasilkan telur ayam kampung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan konvensional.

Tidak berhenti di sana, sisa budidaya maggot atau kasgot juga dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk tanaman hortikultura.

Dengan demikian, seluruh proses membentuk sebuah siklus produksi, mulai dari pengolahan sampah organik, budidaya maggot, peternakan unggas, produksi telur hingga pemanfaatan residu sebagai pupuk.

Dorong Pengurangan Sampah ke TPA

Pemkab Bandung Barat berharap model pengelolaan tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di berbagai wilayah dengan melibatkan masyarakat.

Selain berpotensi mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), sistem tersebut juga dapat membuka peluang usaha baru sekaligus membantu menekan biaya pakan peternakan.

Konsep ekonomi sirkular ini diharapkan mampu menjadikan persoalan sampah sebagai bagian dari solusi terhadap kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat.

Melalui pengembangan green farming, Pemkab Bandung Barat ingin memastikan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berdampak terhadap kebersihan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.



Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Baca Juga:  PAN KBB Perkuat Struktur hingga Tingkat RT-RW, Bidik Kemenangan Pemilu 2029
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!