Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

Turab Ambrol dan Longsor di Cilame Ngamprah, Warga RW 23 Waswas Saat Hujan Dera

192
×

Turab Ambrol dan Longsor di Cilame Ngamprah, Warga RW 23 Waswas Saat Hujan Dera

Sebarkan artikel ini
Hujan deras menyebabkan turab di kawasan Ecoliving, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat ambrol dan memicu longsor, Jumat (30/10/2026). Material longsoran serta derasnya aliran air membuat warga RW 23 waspada terhadap potensi banjir susulan.
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (30/10/2026) sore, menyebabkan turab di kawasan Ecoliving ambrol dan memicu longsor.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu berdampak pada lingkungan warga RT 02 RW 23 Desa Cilame. Material longsoran dilaporkan menutup sebagian akses jalan, sementara aliran air dari kawasan yang lebih tinggi mengarah ke permukiman warga.

Example 300x600

Kondisi tersebut membuat warga khawatir, terutama apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut. Debit air yang semakin besar dikhawatirkan dapat menyebabkan genangan hingga masuk ke rumah-rumah warga.

Ketua RW 23 Cilame, Sartono, mengatakan persoalan banjir dan genangan bukan merupakan kejadian baru bagi warga di wilayahnya. Menurutnya, masalah tersebut hampir terjadi setiap tahun ketika hujan deras turun dengan intensitas tinggi.

“Ini bukan kejadian baru. Hampir setiap tahun ketika hujan deras, wilayah RW 23 mengalami persoalan banjir dan genangan. Bahkan pada beberapa kejadian sebelumnya, air sampai masuk dan merendam rumah warga,” ujar Sartono.

Ia menilai ambrolnya turab di kawasan Ecoliving kali ini harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan keamanan masyarakat sekitar.

Sartono berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara setelah terjadi longsor atau banjir. Pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi turab, sistem drainase, kapasitas saluran air, serta jalur aliran air dari wilayah yang lebih tinggi menuju kawasan permukiman.

“Kami berharap ada pengecekan langsung ke lapangan. Jangan sampai setiap hujan deras baru dilakukan penanganan setelah terjadi kejadian. Kami berharap ada solusi yang lebih permanen agar persoalan yang terus berulang ini bisa ditangani,” katanya.

Baca Juga:  Sekda Dorong PTS di Jabar Terlibat Atasi Pengangguran dan Pengelolaan Sampah

Pengurus RW 23 Cilame pun berharap Pemerintah Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta instansi terkait segera meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan.

Selain membersihkan material longsoran dan menangani turab yang ambrol, warga berharap pemerintah dapat melakukan pembenahan sistem drainase dan pengaturan jalur aliran air menuju permukiman.

Langkah mitigasi tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir maupun longsor susulan, terutama saat wilayah Bandung Barat memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.

Sartono mengatakan pihak RW telah menyampaikan laporan terkait kejadian tersebut kepada pihak terkait sebagai bentuk informasi sekaligus permohonan agar dilakukan penanganan dan langkah mitigasi.

Warga berharap persoalan yang terus berulang setiap musim hujan tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengamanan turab di kawasan tersebut.

“Harapan kami sederhana, warga bisa merasa aman ketika hujan turun. Kami tidak ingin setiap hujan deras warga kembali waswas karena takut rumahnya terendam atau terjadi longsor,” pungkas Sartono.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!