Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATOlahragaSports

Maju di Bursa Ketum KONI Jabar, Dwi Jati Utomo Janjikan Penguatan Sport Science dan Atlet

19
×

Maju di Bursa Ketum KONI Jabar, Dwi Jati Utomo Janjikan Penguatan Sport Science dan Atlet

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG, GMN – Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode 2026-2030 mulai mengerucut. Sejumlah nama disebut memiliki peluang untuk memimpin organisasi olahraga prestasi di Jawa Barat dalam periode mendatang, salah satunya Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo.

Dwi Jati secara terbuka menyatakan rencananya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Barat. Keinginannya tersebut didorong oleh kecintaan terhadap olahraga serta pengalaman yang dimilikinya selama menangani sejumlah cabang olahraga.

Example 300x600

“Memang saya berencana ingin maju menjadi Ketum KONI Jabar periode 2026-2030. Kenapa saya ingin maju? Pertama, saya mencintai olahraga. Saya suka olahraga dan saya beberapa kali menjadi ketua cabang olahraga, yakni hoki dan sekarang Wushu,” ujar Dwi Jati.Jumat 4 September 2026, di Bandung.

Selain pengalaman mengelola cabang olahraga, Dwi Jati menyebut faktor pengabdian kepada daerah menjadi alasan lain yang mendorongnya maju. Sebagai putra Purwakarta dan bagian dari masyarakat Sunda, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga Jawa Barat.

“Saya orang Purwakarta, orang asli Sunda, masa sih tidak mau mengabdikan dirinya? Saya juga sudah pensiun dari TNI. Jadi, banyak waktu yang tersedia untuk membina olahraga dan memajukan olahraga bersama-sama,” katanya.

Jika dipercaya memimpin KONI Jawa Barat, Dwi Jati membawa gagasan yang menitikberatkan pada persatuan dan peningkatan prestasi. Ia mengusung visi bersatu untuk meraih juara, dengan keyakinan bahwa prestasi olahraga tidak dapat dicapai tanpa adanya kolaborasi antara KONI, cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kalau visi saya, bersatu untuk meraih juara, kemudian meningkatkan prestasi. Kalau enggak bersatu susah. Untuk menuju bersatu, pertama kita harus berkolaborasi, saling percaya dan bersatu sama-sama,” tuturnya.

Baca Juga:  Kepatuhan Distribusi LPG Pertamina Diapresiasi Ombudsman

Dwi Jati juga menyoroti potensi besar Jawa Barat dalam pengembangan olahraga berbasis sport science. Menurut dia, Jawa Barat memiliki berbagai fasilitas olahraga yang tersebar di lingkungan pemerintah, perguruan tinggi, TNI, Polri hingga sektor swasta yang dapat dimanfaatkan secara bersama melalui kerja sama kelembagaan.

“Saya sudah bertemu dengan Pak Rektor UPI dan berdiskusi tentang sport science untuk memanfaatkan itu kembali. Fasilitas olahraga tidak kurang. Ada yang punya TNI, Polri, pemerintah daerah dan swasta. Semua itu bisa kita MoU-kan dan dikerjasamakan untuk memajukan prestasi atlet-atlet kita,” jelasnya.

Menurut Dwi Jati, peningkatan prestasi juga harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan pelatih. Ia menegaskan hak-hak atlet harus diberikan secara utuh karena perjalanan seorang atlet sejak usia dini membutuhkan dukungan panjang dari keluarga, klub hingga organisasi olahraga.

“Yang paling utama atlet kita harus sejahtera. Hak-haknya jangan sekali-kali dikurangi, jangan sekali-kali diambil. Harus sampai kepada yang bersangkutan,” tegas Dwi Jati.

Ia juga berencana melanjutkan sekaligus menghidupkan kembali sejumlah program peningkatan kesejahteraan dan masa depan atlet. Program tersebut antara lain dukungan pendidikan mulai dari jenjang S1, S2 hingga S3, serta peluang kerja sama beasiswa dengan pihak luar negeri.

“Saya ingin meneruskan program Bang Ahmad dulu. Ada pemberian S1, S2, S3, kemudian mungkin kerja sama dengan luar negeri, beasiswa dari luar dan sebagainya. Itu mau kita hidupkan lagi,” ujarnya. Ia mengakui efisiensi anggaran menjadi tantangan, tetapi berharap dukungan pemerintah daerah tetap diberikan karena prestasi olahraga membutuhkan pembiayaan yang memadai.

Dwi Jati mencontohkan pengalamannya ketika menangani cabang olahraga hoki. Ia pernah mendatangkan pelatih asal Malaysia yang kemudian memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi atlet Indonesia. “Saya pernah mendatangkan pelatih Malaysia di hoki, yang sekarang menjadi pelatih Indonesia. Alhamdulillah, dua emas dan dua perunggu waktu itu diraih dengan pelatih dari Malaysia, Pak Darmaraj. Sekarang menjadi pelatih nasional dan Indonesia di tingkat internasional sudah meraih emas,” ungkapnya.

Baca Juga:  Demokrat Gelar Dialog Rakyat di HUT ke-24, AHY: Kami Terus Dekat dengan Rakyat

Terkait isu kedekatannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dwi Jati mengakui dirinya telah mengenal sang gubernur sejak lama. Hubungan tersebut, kata dia, bukan sekadar hubungan politik, melainkan persahabatan yang terjalin sejak dirinya masih aktif sebagai perwira TNI dan Dedi Mulyadi menjabat Wakil Bupati Purwakarta.

“Saya kenal lama beliau, bukan setahun dua tahun. Sejak saya mayor dan komandan batalyon. Karena saya orang Purwakarta, saya sering kembali ke Purwakarta kalau libur dan sering bertemu beliau ketika masih Wakil Bupati,” katanya. Ia menyebut hubungan tersebut terus terjalin hingga kini dalam bentuk komunikasi dan diskusi.

Mengenai kemungkinan dukungan pemerintah terhadap KONI Jawa Barat apabila dirinya terpilih, Dwi Jati menilai komunikasi antara KONI dan pemerintah harus dibangun secara terbuka. Menurut dia, kebutuhan anggaran olahraga harus disampaikan berdasarkan kebutuhan riil setiap cabang olahraga agar pemerintah dapat mengetahui besaran dukungan yang diperlukan.

“Lebih mudah, pasti. Masa sih Pak, sobatnya mau jadi Ketua KONI tidak didukung? Saya juga sebagai ketua cabor merasakan sulitnya membina olahraga, apalagi yang masih tergantung APBD,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan cabang olahraga harus dihitung secara normatif dan dikomunikasikan kepada pemerintah agar dukungan anggaran dapat disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Dwi Jati juga menyatakan siap menghadapi calon lain dalam Musorprov KONI Jawa Barat. Ia menilai proses pemilihan harus berlangsung secara demokratis dan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri. “Masa di negara demokrasi enggak boleh ada calon lain? Ini bebas siapa saja. Yang penting voter-voter-nya mendukung enggak,” katanya. Ia menyebut terdapat 108 pemilik suara ditambah KONI Pusat dan KONI Jawa Barat, sehingga totalnya menjadi 110 suara.

Baca Juga:  Meski Hujan Deras, Kadis PUPR Bekasi Tetap Menanggapi Para Pendemo dari Aliansi PANDAWA

Meski siap bersaing, Dwi Jati menegaskan dirinya juga terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi apabila proses pemilihan mengarah pada kesepakatan bersama. “Siap bersaing, siap demokrasi. Itu yang pertama. Tapi juga siap berkolaborasi. Kalau memang aklamasi dan kolaborasi menuju prestasi, ya kenapa tidak,” ucapnya.

Menghadapi agenda olahraga ke depan, termasuk babak kualifikasi PON yang akan berlangsung pada 2027, Dwi Jati menilai persoalan anggaran harus disiapkan sejak dini. Ia menyebut kebutuhan pembiayaan BK PON telah menjadi bahan pembicaraan dengan sejumlah pihak dan berharap pemerintah dapat memberikan dukungan. “Kita dapat informasi dari Kadispora yang disampaikan kepada Pak Gubernur bahwa BK PON memerlukan sekitar Rp200 miliar. Pak Gubernur siap menyiapkan,” katanya.

Jika nantinya mendapat kepercayaan memimpin KONI Jawa Barat, Dwi Jati menargetkan kesinambungan prestasi yang telah ditorehkan Jawa Barat. Ia berharap tradisi juara dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan menjadi quat-trick setelah sebelumnya berhasil mencatatkan hat-trick sebagai juara umum PON.

“Jawa Barat sudah hat-trick, kalau bisa quat-trick,” ujarnya. Dwi Jati pun mengajak seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota untuk bersama-sama membangun olahraga Jawa Barat. “Saya juga sebagai ketua cabor merasakan, kalau kita sendirian tidak akan mampu. Kita bersatu, meraih juara, meningkatkan prestasi yang selama ini sudah kita raih,” pungkasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!