CIMAHI-GMN,- Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menilai kegiatan ronda memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menjaga lingkungan dari ancaman kriminalitas.
Hal tersebut disampaikan Wahyu saat mengikuti kegiatan Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda (PAWANG RONDA) bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi di wilayah Cipageran, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cimahi tersebut diikuti sekitar 100 warga.
Menurut Wahyu, tradisi ronda malam memiliki nilai sosial yang penting di tengah kehidupan masyarakat. Selain menjadi bagian dari sistem keamanan lingkungan, ronda dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Ronda bukan sekadar menjaga lingkungan dari kriminalitas, melainkan momentum untuk menjaga tali silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong antarwarga,” ungkap Wahyu.
Ia menilai semangat kebersamaan tersebut perlu terus dipertahankan di tengah berbagai perubahan kehidupan masyarakat.
Dengan adanya ronda, komunikasi antarwarga dapat terbangun secara lebih intensif. Kondisi tersebut juga dinilai dapat membantu masyarakat mengenali berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sejak dini.
Dalam kegiatan PAWANG RONDA, masyarakat Cipageran juga mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada jajaran Forkopimda Kota Cimahi.
Berbagai persoalan disampaikan warga, mulai dari keamanan lingkungan, peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, persoalan drainase dan banjir, batas wilayah, hingga dampak sosial akibat peredaran minuman keras.
Bagi DPRD Kota Cimahi, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari terciptanya kondisi daerah yang aman dan kondusif.
Kegiatan seperti PAWANG RONDA juga dinilai dapat memperkuat sinergi antara masyarakat dengan pemerintah serta unsur TNI, Polri dan lembaga penegak hukum.
Wahyu berharap semangat ronda tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat kembali menjadi budaya masyarakat yang dilakukan secara konsisten.
Dengan menghidupkan kembali ronda, masyarakat tidak hanya bersama-sama menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepedulian, memperkuat persaudaraan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

















