CIMAHI-GMN,- Wali Kota Cimahi Ngatiyana turun langsung menyapa masyarakat melalui kegiatan Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda (PAWANG RONDA) di wilayah Cipageran, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cimahi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Ngatiyana hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi. Di antaranya Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, Dandim 0609/Cimahi Letkol Inf. Ratno, Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cimahi Neneng Rahmadini.
Sekitar 100 warga turut hadir dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Ngatiyana menegaskan, kegiatan PAWANG RONDA tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), tetapi juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang yang dinilai dapat mengancam generasi muda.
“Melalui PAWANG RONDA ini, kami ingin memastikan keamanan lingkungan tetap terjaga sekaligus mengedukasi warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang yang menyasar generasi muda,” ujar Ngatiyana.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Informasi yang disampaikan warga juga dapat membantu aparat dalam mengungkap berbagai kasus.
Ngatiyana mengapresiasi masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi mengenai persoalan di lingkungannya. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Cimahi yang berhasil mengungkap peredaran obat keras terlarang berdasarkan informasi dan laporan masyarakat.
Tak hanya persoalan keamanan, warga Cipageran juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait drainase, pencegahan banjir, batas wilayah, hingga persoalan sosial akibat peredaran minuman keras.
Menanggapi hal tersebut, Ngatiyana memastikan berbagai masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan pemerintah sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat kemacetan yang terjadi selama sejumlah pembangunan infrastruktur berlangsung di Kota Cimahi.
Ia mengatakan Pemkot Cimahi terus melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas dan mendorong percepatan pekerjaan pembangunan agar gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat segera diminimalkan.
Melalui kegiatan PAWANG RONDA, Ngatiyana berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin kuat. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

















