Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

Hari Jadi KBB ke-19, Bupati Jeje Tegaskan Komitmen “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”

54
×

Hari Jadi KBB ke-19, Bupati Jeje Tegaskan Komitmen “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”

Sebarkan artikel ini
Istimewa.
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN,- Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 tahun 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah. Dalam upacara yang digelar di Plaza Mekarsari, Ngamprah, Jumat (19/6/2026), Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan pentingnya menjaga amanah masyarakat dan menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Mengusung tema “19 Tahun Bandung Barat, Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”, peringatan hari jadi tahun ini menjadi pengingat atas perjuangan panjang para pendiri Kabupaten Bandung Barat yang berhasil mewujudkan daerah otonom baru melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2007.

Example 300x600

Dalam amanatnya, Bupati Jeje menyampaikan penghormatan kepada para tokoh pemekaran, ulama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berjuang menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan rakyat serta pembangunan yang lebih merata.

“Hari jadi ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk mensyukuri capaian pembangunan dan memperkuat tekad melanjutkan cita-cita besar yang diwariskan para pendiri Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Menurut Jeje, tema “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja” mengandung makna mendalam. Menjaga amanah berarti menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang jujur, akuntabel, responsif, dan melayani. Sementara Ngawangun Raharja berarti menghadirkan pembangunan yang memberikan kesejahteraan, keadilan, dan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Tema tersebut juga menjadi landasan dalam mewujudkan visi Bandung Barat Amanah, yakni Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Pada kesempatan itu, Jeje memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Kabupaten Bandung Barat sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,28 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,87 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 6,60 persen dan inflasi tetap terkendali di angka 2,13 persen.

Baca Juga:  Yayasan ACN Resmikan Dapur Gizi Gratis untuk Ribuan Pelajar dan Ibu Hamil di Ciparay

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,65 poin, sedangkan rasio gini membaik menjadi 0,364 yang menunjukkan tingkat ketimpangan ekonomi semakin terkendali.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berhasil menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer. Kondisi jalan mantap meningkat hingga mencapai 78,80 persen atau melampaui target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 98,50 persen. Dalam bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bandung Barat juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan menempati peringkat ke-95 dari 416 kabupaten secara nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia serta peningkatan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai indikator penguatan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Meski demikian, Bupati Jeje secara terbuka mengakui masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang harus diselesaikan. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi masyarakat terkait pelayanan publik, kebutuhan infrastruktur, maupun berbagai persoalan lainnya yang masih memerlukan penanganan.

“Kami memahami masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi. Kritik, saran, dan masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah,” katanya.

Jeje juga menjelaskan bahwa pembangunan daerah harus dijalankan di tengah berbagai keterbatasan fiskal. Anggaran daerah harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan publik, hingga pemberdayaan desa.

Karena itu, menurutnya, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan. Namun keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja dan melayani masyarakat.

“Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya besar kecilnya anggaran yang dibelanjakan, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan rakyat,” tegasnya.

Baca Juga:  Hadiri Acara Adu Ketangkasan Domba, Balon Bupati Bandung Barat Jeje dikerumuni Warga

Menutup amanatnya, Bupati Jeje mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bandung Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendiri daerah, DPRD, Forkopimda, ASN, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Bandung Barat selama 19 tahun terakhir.

” Mari kita jaga amanah yang diwariskan para pendiri. Mari kita perkuat kolaborasi dan gotong royong. Mari kita lanjutkan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan yang semakin merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *