Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHeadlineJAWA BARATKABAR TNI

Di Tengah Banjir Informasi, Pangdam III/Siliwangi Tekankan Peran Kunci Media Jaga Stabilitas Nasional

15
×

Di Tengah Banjir Informasi, Pangdam III/Siliwangi Tekankan Peran Kunci Media Jaga Stabilitas Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG, GMN – Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung, Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, menegaskan pentingnya peran media massa sebagai garda terdepan dalam menjaga kebenaran informasi dan stabilitas nasional.

Perwira tinggi yang dikenal sebagai “Jenderal Santri” ini menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan media dalam beradaptasi. Ia menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks hanya dapat dilawan dengan produksi berita yang faktual, berimbang, dan membawa pesan positif.

Example 300x600

“Media harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ketika ada berita hoaks, cara paling efektif untuk menghadapinya adalah dengan menghadirkan informasi yang benar dan positif,” ujar Kosasih saat memberikan keterangan di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Jumat 24 April 2026.

Menurutnya, keterbukaan informasi saat ini memberikan ruang luas bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang munculnya informasi yang simpang siur. Karena itu, media resmi diharapkan hadir cepat untuk memberikan klarifikasi yang akurat.

Ia menegaskan, kehadiran media yang kredibel menjadi kunci dalam menjaga keamanan nasional. “Kalau informasi tidak jelas dan dibiarkan berkembang, dampaknya bisa mengganggu stabilitas. Di sinilah pentingnya media memberikan berita yang aktual dan dapat dipercaya,” katanya.

Selain menyoroti peran media, Kosasih juga terus mendorong penguatan hubungan antara TNI dan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses Makodam III/Siliwangi bagi warga umum, khususnya pada akhir pekan.

Kebijakan ini memungkinkan masyarakat menggunakan area markas untuk berolahraga maupun sekadar bersantai. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menghilangkan kesan eksklusif dan menutup jarak antara militer dan rakyat.

“Selama ini mungkin ada anggapan bahwa markas tentara itu tertutup. Sekarang kami buka, masyarakat boleh datang, olahraga, atau sekadar menikmati suasana. Ini bagian dari upaya agar masyarakat merasa memiliki,” jelasnya.

Baca Juga:  Cegah Bullying hingga Narkoba, Jaksa Masuk Sekolah 2026 Hadir di SMP Negeri 1 Cimahi

Ia berharap, keterbukaan tersebut dapat memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang selama ini menjadi fondasi utama kekuatan pertahanan negara.

“Kalau kita tidak membuka diri, bagaimana bisa terjalin kedekatan? TNI itu lahir dari rakyat dan untuk rakyat,” tambahnya.

Langkah humanis ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mulai memanfaatkan fasilitas di lingkungan Kodam. Suasana yang sebelumnya identik dengan kedisiplinan militer kini juga menghadirkan ruang interaksi yang lebih hangat dan inklusif.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!