BANDUNG-GMN, – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat terus memperkuat peran dalam mendorong transisi energi melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kendaraan listrik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan dunia pendidikan, salah satunya di SMK Negeri 8 Bandung lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Senin (13/4/2026).
Program ini menjadi langkah konkret PLN dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang konversi motor listrik berbasis praktik.
Sebelumnya, pembelajaran kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung memang telah mengacu pada kurikulum nasional, namun masih terbatas pada teori akibat minimnya fasilitas praktik serta belum optimalnya keterhubungan dengan dunia industri.
Melihat tantangan tersebut, PLN UID Jawa Barat menghadirkan dukungan komprehensif senilai Rp315,6 juta. Bantuan ini tidak hanya berupa sarana, tetapi juga mencakup penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA).
Kini, SMKN 8 Bandung telah memiliki modul khusus konversi kendaraan listrik yang terintegrasi dalam kurikulum. Proses belajar pun menjadi lebih aplikatif dengan dukungan fasilitas modern seperti EV Class dan bengkel praktik TEFA 8 Motor.
Sebanyak 16 guru dan 165 siswa mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, lengkap dengan sistem evaluasi pre-test dan post-test serta sertifikasi kompetensi.
Dampaknya juga meluas ke SMK jejaring, dengan tambahan 8 guru dan 16 siswa yang turut memperoleh peningkatan kapasitas serupa.
Dari sisi fasilitas, PLN turut menghadirkan prototype motor listrik hasil konversi serta inovasi Micro Cargo EV. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi sarana praktik nyata bagi siswa.
Transformasi pembelajaran terlihat signifikan. Sebanyak 181 siswa kini memahami proses konversi kendaraan listrik secara menyeluruh, sementara 24 guru telah mampu mengajarkan materi tersebut secara mandiri.
Fasilitas yang tersedia bahkan telah memenuhi syarat untuk pengajuan bengkel konversi tersertifikasi tipe B, serta membuka peluang pengembangan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional melalui penguatan SDM.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menyiapkan SDM unggul yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kendaraan listrik. Kolaborasi dengan SMKN 8 Bandung menjadi langkah nyata menciptakan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai sekolah di Jawa Barat.
“Kami ingin inisiatif ini menjadi role model pengembangan kompetensi kendaraan listrik, sehingga ekosistem EV dapat tumbuh berkelanjutan dari dunia pendidikan,” tambahnya.
Kini, SMKN 8 Bandung tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik. Para siswa tidak lagi sekadar memahami teori, melainkan mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

















