Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARATKesehatan

Deteksi TBC Sejak Dini, Warga Cigugur Girang Dapat Cek Kesehatan Gratis dari Dinkes KBB

73
×

Deteksi TBC Sejak Dini, Warga Cigugur Girang Dapat Cek Kesehatan Gratis dari Dinkes KBB

Sebarkan artikel ini
Dokter Puskesmas Ciwaruga Dr. Indria melayani warga dalam kegiatan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini TBC di Aula Kantor Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (15/9/2026).
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN,- Upaya mendeteksi penyakit Tuberkulosis (TBC) sejak dini terus dilakukan di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat bersama Puskesmas Ciwaruga menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Cigugur Girang tersebut tidak hanya menyasar warga yang mengalami gejala penyakit, tetapi juga masyarakat yang tidak bergejala namun memiliki faktor risiko, termasuk mereka yang memiliki kontak erat maupun kontak serumah dengan pasien TBC.

Example 300x600

Dokter Puskesmas Ciwaruga, Dr. Indria, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat untuk mempercepat penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat.

“Tujuannya untuk eliminasi TBC, terutama penemuan aktif. Semua masyarakat bisa diperiksa secara gratis. Kalau ditemukan indikasi infeksi, nantinya dilanjutkan dengan pemeriksaan dahak, sedangkan untuk anak-anak dapat dilakukan pemeriksaan Mantoux,” jelasnya.

Menurut Indriani, pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan TBC. Warga juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan gula darah, tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan.

Tak Harus Batuk, Warga dengan Faktor Risiko Juga Disaring

Indriani menjelaskan, penemuan kasus TBC dilakukan secara aktif karena penyakit tersebut masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius.

Karena itu, pemeriksaan lapangan tidak hanya ditujukan kepada warga yang sudah mengalami batuk atau keluhan tertentu.

“Tidak hanya orang yang sakit atau bergejala. Ada yang bergejala, tidak bergejala, memiliki kontak erat maupun kontak serumah. Kadang tidak ada gejala, tetapi tetap berisiko terkena TBC,” ujarnya.

Ia menambahkan, gejala TBC juga tidak selalu berupa batuk. Pada anak-anak, misalnya, kondisi yang perlu diwaspadai antara lain berat badan menurun, berkeringat pada malam hari, demam, hingga pembesaran kelenjar.

Baca Juga:  Polemik PAN KBB vs Bupati Jeje Masih Memanas : Pembina Dapil Jabar 2 Dinilai Lepas Tanggung Jawab

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu sampai mengalami batuk dalam waktu tertentu untuk memeriksakan diri.

“Tidak harus batuk selama tiga hari. Yang bergejala atau merasa sakit, termasuk anak-anak dengan berat badan kurang atau demam, boleh diperiksa,” katanya.

Target 100 Orang per Lokasi

Program pemeriksaan tersebut dilaksanakan di tiga desa yang menjadi wilayah sasaran, yakni Desa Ciwaruga, Sariwangi, dan Cigugur Girang.

Indria mengatakan, setiap lokasi ditargetkan dapat melayani sedikitnya 100 warga. Jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila antusiasme masyarakat tinggi.

“Per lokasi biasanya target kami 100 orang yang diperiksa. Bisa lebih, tergantung masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pelaksanaan program juga dilakukan secara bertahap. Pada Mei hingga Juli, kegiatan merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan. Sementara mulai Agustus dan September 2026, kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat dengan menggunakan anggaran APBD.

“Karena ada tiga desa, rata-rata kegiatannya tiga kali,” ujarnya.

Sekitar 30 Persen Hasil Rontgen Ditemukan Gangguan

Indria mengungkapkan, dari pengalaman pemeriksaan sebelumnya, cukup banyak warga yang kemudian memerlukan pemeriksaan lanjutan setelah menjalani rontgen.

Pada awal pelaksanaan sekitar Mei, pemeriksaan banyak difokuskan kepada warga yang memiliki kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien TBC.

Sementara dalam pemeriksaan terakhir, dari sekitar 100 warga yang menjalani pemeriksaan, sekitar 30 persen hasil rontgennya menunjukkan adanya gangguan sehingga perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dahak.

“Sekitar 30 persen hasil rontgennya menunjukkan gangguan. Mereka kemudian diberi pemeriksaan dahak,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis yang disediakan pemerintah.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat menjadi langkah pencegahan sekaligus mendeteksi penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius.

“Kalau mau melakukan pemeriksaan rontgen sendiri harus ke rumah sakit dan biayanya cukup mahal. Jadi, mumpung ada kegiatan gratis ini, manfaatkan sebaik-baiknya,” imbaunya.

Baca Juga:  Wakil Walikota Cimahi Adhitia Turun Langsung Rapihkan Kabel Kabel Optik Yang Semrawut 

“Selain gratis, kita juga bisa menjaga kesehatan, karena menjaga kesehatan lebih murah daripada berobat ketika sudah sakit,” tambahnya.

Pemdes Cigugur Girang Apresiasi Program Pemeriksaan Gratis

Sementara itu, Kepala Desa Cigugur Girang, Priana, melalui Sekretaris Desa Cigugur Girang, Ayi Taryana, mengapresiasi pelaksanaan program cek kesehatan gratis tersebut.

Sekretaris Desa Ayi Taryana.(Dok. Foto Global Media News)

Menurut Ayi, kegiatan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas Ciwaruga, serta kader TBC Desa Cigugur Girang itu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dengan adanya cek gratis ini, kegiatan tersebut membantu masyarakat untuk mendeteksi lebih dini kondisi kesehatannya, terutama terkait TB,” kata Ayi.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut memiliki kuota hampir 200 orang. Selain pemeriksaan yang berkaitan dengan TBC, warga juga memperoleh layanan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, hingga rontgen.

“Untuk diagnosisnya memang diarahkan kepada TB dan pemeriksaan gula darah. Namun, karena ada dokter, kalau ada keluhan lain juga bisa dilayani,” pungkasnya.

Program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu sebelum memeriksakan kondisi kesehatan. Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penularan sekaligus mempercepat penanganan TBC di masyarakat.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!