Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKOTA CIMAHIWISATA-SENI-BUDAYA

Dialog Budaya Jawa Barat 2026 di Cimahi Dorong Aksara Sunda Kembali Hidup di Ruang Publik

23
×

Dialog Budaya Jawa Barat 2026 di Cimahi Dorong Aksara Sunda Kembali Hidup di Ruang Publik

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat menghadiri Dialog Budaya Jawa Barat 2026 yang digelar di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jumat (11/9/2026), sekaligus mendorong pelestarian Aksara Sunda di ruang publik.
Example 468x60

CIMAHI-GMN,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berkolaborasi dengan Sekretariat DPRD Jawa Barat menggelar Dialog Budaya Jawa Barat 2026 di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) menjadi tuan rumah.

Example 300x600

Dialog Budaya Jawa Barat 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional 2026 dengan mengusung tema “Rumawat Aksara Sunda Dina Raraga Miéling Poé Aksara Sadunya”.

Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, budayawan, seniman, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan sekaligus membahas strategi pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa Barat.

Pembahasan tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana aksara, bahasa, seni, tradisi, dan berbagai ekspresi budaya daerah dapat tetap hidup serta relevan dengan kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi tidak boleh membuat generasi muda semakin jauh dari pengetahuan mengenai bahasa, aksara, sejarah, maupun budaya daerah.

“Cinta terhadap budaya harus dilestarikan. Budaya kita, khususnya budaya Jawa Barat dan budaya daerah, benar-benar harus kita pertahankan dan diwariskan kepada anak-anak kita,” ujar Ngatiyana.

Dorong Aksara Sunda Hadir di Ruang Publik

Ngatiyana mengatakan, Dialog Budaya menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai gagasan mengenai langkah konkret pelestarian kebudayaan.

Salah satu upaya yang didorong Pemerintah Kota Cimahi adalah memperluas penggunaan Aksara Sunda di ruang publik.

Menurutnya, penggunaan Aksara Sunda tidak harus terbatas pada penunjuk arah atau papan informasi. Ke depan, aksara daerah tersebut dapat diperluas penggunaannya pada nama jalan, fasilitas umum, hingga sejumlah bangunan publik di Kota Cimahi.

Langkah itu dinilai dapat menjadi sarana edukasi sekaligus cara untuk memperkenalkan kembali Aksara Sunda kepada masyarakat secara lebih dekat.

“Jadi bukan hanya penunjuk jalan, tetapi bisa juga nama jalan, fasilitas maupun bangunan publik menggunakan Aksara Sunda,” kata Ngatiyana.

Disparbud Jabar Soroti Pengembangan Ekosistem Aksara Sunda

Kepala Disparbud Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, pengembangan kebudayaan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Ia menilai Kota Cimahi memiliki potensi kebudayaan yang perlu terus digali melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, budayawan, akademisi, dan masyarakat.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah tumbuhnya ekosistem penggiat Aksara Sunda di Kota Cimahi.

Iendra juga mengapresiasi kiprah tokoh budaya Cimahi, Yudistira Purnama Shakyan atau Mang Ujang Lalip, yang dinilai konsisten dalam mengembangkan Aksara Sunda.

Dalam kegiatan tersebut, turut diperlihatkan tujuh manuskrip yang telah dibuat dan dicetak. Karya tersebut menjadi salah satu contoh upaya konkret untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan kembali Aksara Sunda kepada masyarakat.

Iendra berharap Dialog Budaya Jawa Barat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi dan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Cimahi.

DKKC Periode 2026–2030 Dikukuhkan

Rangkaian Dialog Budaya Jawa Barat 2026 juga diisi dengan pengukuhan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) periode 2026–2030.

DKKC diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan masukan, menyerap aspirasi, serta mendorong berbagai program pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Cimahi.

Penguatan kebudayaan dinilai membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan akademisi, budayawan, seniman, komunitas, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan sosial dan ekonomi sekaligus tetap relevan bagi generasi muda.

Semangat tersebut juga tercermin dalam tagline kebudayaan Kota Cimahi, “Kreatif Warga-na, Mantap Karya-na, Maju Kota-na, Hepi Budayawan-na.”

Tagline tersebut menggambarkan hubungan antara kreativitas masyarakat, kualitas karya budaya, kemajuan daerah, dan kesejahteraan para pelaku kebudayaan.

Dialog Budaya Jawa Barat 2026 turut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Yomanius Untung beserta jajaran Pemerintah Kota Cimahi.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Siti Muntamah, S.A.P., Drs. Mamat Rachmat, M.Si., serta Yudistira Purnama Shakyan (Mang Ujang Lalip) selaku Maestro Aksara Sunda.

Sekitar 100 peserta dari kalangan budayawan, seniman, pelaku budaya, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan kebudayaan turut mengikuti dialog tersebut.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap ekosistem kebudayaan Jawa Barat semakin inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Aksara Sunda, bahasa, seni, tradisi, serta berbagai ekspresi budaya daerah dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi identitas yang dekat dengan generasi masa kini maupun masa depan.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Baca Juga:  Pelatihan TRC Dalam PenanggulanganBencana Tingkatkan Kapasitas Digelar BPBD Kota Cimahi
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!