CIMAHI-GMN, -Peluang generasi muda Indonesia untuk menembus pasar kerja internasional terus diperluas pemerintah. Salah satunya melalui program “Kick Off SMK Go Global” yang untuk pertama kalinya digelar di Kampus STIKes Budi Luhur, Jalan Kerkof No. 243, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (31/8/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Pembukaan program dilakukan langsung oleh Ketua STIKes Budi Luhur Kota Cimahi, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat, Yayasan Pambudi Luhur 1976, civitas akademika, serta mahasiswa.
Dalam program perdana ini, sebanyak 120 peserta mengikuti pelatihan yang disiapkan selama kurang lebih tiga bulan. Peserta berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Kota Cimahi dan wilayah Bandung Raya, tetapi juga dari luar Jawa Barat, termasuk Provinsi Lampung dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Sri Wahyuni mengatakan, STIKes Budi Luhur mendapatkan kepercayaan untuk menjadi salah satu lembaga vokasi yang menjalankan program pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
“Ini merupakan launching perdana program Kick Off SMK Go Global yang diselenggarakan BP3MI Provinsi Jawa Barat. STIKes Budi Luhur dipercaya melaksanakan program pelatihan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta,” ujar Sri.
Menurutnya, peserta program tidak hanya berasal dari mahasiswa STIKes Budi Luhur. Lulusan SMA, SMK, serta masyarakat umum dari berbagai daerah juga mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.
Pelatihan yang diberikan di antaranya berkaitan dengan bahasa Jepang dan bahasa Inggris, sebagai bagian dari persiapan peserta menghadapi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.
Sri menjelaskan, seluruh peserta mendapatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah. Fasilitas tersebut mencakup tempat tinggal, biaya pelatihan, seragam, alat tulis, kebutuhan praktik hingga uang saku.
“Pelatihannya kurang lebih tiga bulan dan berbagai fasilitas sudah disiapkan pemerintah. Mulai dari tempat tinggal, biaya pelatihan, seragam, ATK, praktik, bahkan uang saku,” katanya.
Dorong Generasi Muda Cimahi Siap Masuk Pasar Kerja Global
Sri menilai program tersebut menjadi peluang penting bagi generasi muda Indonesia di tengah besarnya kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara.
Menurutnya, Indonesia memiliki jumlah generasi muda dan angkatan kerja yang besar. Tantangan yang perlu diperkuat adalah peningkatan kompetensi agar tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi standar yang dibutuhkan negara tujuan.
Karena itu, program pelatihan keterampilan dan sertifikasi dinilai penting untuk membekali calon pekerja migran dengan kemampuan yang relevan.
“Kita ingin generasi muda Indonesia mendapatkan peluang bekerja di luar negeri. Peluangnya cukup banyak, tetapi kompetensinya harus disesuaikan dengan negara yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia,” jelas Sri.
Ia berharap peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut dapat mendukung target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas.
Disdik Cimahi Dorong Program Menjangkau Lebih Banyak Anak Muda
Apresiasi terhadap pelaksanaan program juga disampaikan Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nia R. Fathiyah, S.Si., M.Pd.
Nia mengatakan, program Kick Off SMK Go Global merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan generasi muda Kota Cimahi, terutama untuk meningkatkan keterampilan dan membuka akses terhadap pasar kerja internasional.
“Kami sangat mengapresiasi STIKes Budi Luhur atas terselenggaranya program ini. Kami berharap program tersebut bisa diakses lebih banyak anak muda di Kota Cimahi,” kata Nia.
Ia menilai program tersebut semakin relevan karena persoalan ketenagakerjaan, termasuk pengangguran, masih menjadi perhatian di Kota Cimahi.
Meski Dinas Pendidikan Kota Cimahi secara kewenangan membawahi pendidikan dasar dan menengah pertama, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Barat agar informasi mengenai program tersebut dapat disosialisasikan secara lebih luas.
Selain SMA dan SMK, Nia menyebut keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga kursus di Kota Cimahi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi masyarakat.
Menurutnya, berbagai keterampilan seperti menjahit, tata boga, hingga kecantikan juga berpotensi dikembangkan sebagai kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan di luar negeri.
“Kami akan lebih banyak berkoordinasi dengan Ketua STIKes Budi Luhur agar program ini terus disosialisasikan. Harapannya, anak-anak Cimahi memiliki kesempatan memperoleh kecakapan kerja yang dapat diterima di pasar kerja luar negeri,” ujarnya.
Nia menambahkan, keberhasilan program membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi.
Target Nasional 500 Ribu Peserta hingga 2029
Sementara itu, perwakilan BP3MI Provinsi Jawa Barat, Rahmawati, S.E., menjelaskan bahwa Kick Off SMK Go Global merupakan bagian dari program prioritas nasional yang menargetkan sebanyak 500.000 peserta hingga 2029.
Program tersebut dijalankan melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan dukungan BP3MI sebagai unit pelayanan teknis yang berperan dalam penyebarluasan informasi, fasilitasi pendaftaran, serta pengembangan kerja sama dengan lembaga vokasi.
Rahmawati menyebut Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggi secara nasional.
Karena itu, penguatan kompetensi calon PMI menjadi penting agar tenaga kerja yang ditempatkan di luar negeri tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja.
“Program ini bertujuan mempersiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri,” kata Rahmawati.
Di Jawa Barat, BP3MI telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga vokasi, antara lain STIKes Budi Luhur Kota Cimahi, BLK Kabupaten Garut, UKRI, UI, UPI, Pasim, dan ITB.
Jumlah peserta pada masing-masing lembaga disesuaikan dengan kebutuhan job order, kapasitas lembaga vokasi, serta jenis pelatihan yang tersedia.
Untuk STIKes Budi Luhur Kota Cimahi, jumlah peserta yang ditetapkan mencapai 120 orang.
Secara keseluruhan, program yang dijalankan melalui sejumlah lembaga vokasi di Jawa Barat tersebut mencatat sekitar 560 peserta.
Rahmawati berharap program ini mampu menciptakan calon PMI yang lebih siap, terampil, dan kompeten sehingga dapat meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja Indonesia di luar negeri.
“Harapannya, pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri dapat bekerja dengan aman, kompeten, dan sejahtera,” pungkasnya.

















