Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKAB.BANDUNG BARAT

ABR Kritik Lokasi Perayaan HUT KBB ke-19: Mengapa Tak Digelar di Pusat Pemerintahan?

196
×

ABR Kritik Lokasi Perayaan HUT KBB ke-19: Mengapa Tak Digelar di Pusat Pemerintahan?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG BARAT-GMN,– Pelaksanaan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (HUT KBB) ke-19 yang dipusatkan di kawasan Kota Baru Parahyangan mendapat sorotan dari mantan anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat dua periode, Asep Bayu Rohendi (ABR).

Salah satu rangkaian kegiatan yang digelar dalam momentum HUT KBB ke-19 adalah Jajarans Festival Spesial HUT KBB ke-19. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026, bertempat di Town Square Kota Baru Parahyangan.

Example 300x600

Pemilihan kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan kemudian menjadi perhatian ABR. Menurutnya, Kota Baru Parahyangan memang merupakan salah satu kawasan yang paling maju di Kabupaten Bandung Barat.

Namun, karena kegiatan tersebut membawa nama Kabupaten Bandung Barat, ABR menilai pemerintah daerah perlu mempertimbangkan lokasi yang lebih merepresentasikan pusat pemerintahan dan masyarakat KBB secara keseluruhan.

“Kota Baru Parahyangan memang salah satu, bahkan bisa disebut satu-satunya wilayah di Bandung Barat yang paling maju. Akan tetapi, dikarenakan ini bagian dari rangkaian HUT KBB, pertanyaannya, kenapa tidak dilaksanakan di tempat khusus, misalnya di kompleks Pemerintahan KBB?” ujar ABR.

Menurutnya, kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat dapat menjadi pilihan strategis untuk kegiatan yang membawa nama seluruh masyarakat KBB.

ABR berpandangan, apabila kegiatan tersebut dilaksanakan di pusat pemerintahan, para tamu dan tokoh yang hadir tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga dapat melihat secara langsung kawasan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bandung Barat.

“Apalagi ini ada rangkaian pengajian dan kegiatan lainnya. Akan lebih bagus jika orang-orang penting yang ikut serta memeriahkan bisa menginjakkan kakinya di titik sentral Bandung Barat. Insyaallah keberkahan akan ada untuk Bandung Barat itu sendiri,” katanya.

Jajarans Festival Digelar Tiga Hari

Sementara itu, Jajarans Festival Spesial HUT KBB ke-19 menjadi salah satu agenda yang memeriahkan peringatan hari jadi Kabupaten Bandung Barat tahun ini.

Baca Juga:  TIDAR Bandung Barat Dukung Langkah Sekda dalam Mengawal Pemerintahan AMANAH

Festival tersebut digelar selama tiga hari, yakni 7, 8 dan 9 Agustus 2026, di Town Square Kota Baru Parahyangan.

Kegiatan tersebut menghadirkan suasana festival dengan berbagai aktivitas dan melibatkan masyarakat yang datang ke kawasan tersebut.

Namun, bagi ABR, keberadaan agenda festival di kawasan Kota Baru Parahyangan justru menjadi momentum untuk kembali mempertanyakan bagaimana pemerintah daerah menentukan lokasi kegiatan yang membawa nama Kabupaten Bandung Barat.

Ia menegaskan, persoalan yang disampaikannya bukan mengenai layak atau tidaknya Kota Baru Parahyangan menjadi tempat kegiatan.

Menurutnya, kawasan tersebut memang memiliki berbagai fasilitas yang mendukung penyelenggaraan acara berskala besar.

Persoalannya adalah representasi dan pemerataan lokasi kegiatan HUT KBB.

ABR: HUT KBB Jangan Berhenti pada Seremoni

Lebih jauh, ABR menilai kegiatan HUT KBB seharusnya tidak berhenti pada seremoni peringatan hari jadi.

Menurutnya, kehadiran para tokoh, pejabat dan masyarakat dalam rangkaian kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melihat secara langsung kondisi Bandung Barat sekaligus menyerap berbagai masukan mengenai pembangunan daerah.

“Terutama agar mereka yang hadir bisa memberikan saran dan masukan untuk kemajuan KBB tercinta,” ujar ABR.

Ia berharap peringatan HUT KBB dapat menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di seluruh wilayah Bandung Barat.

Jangan Hanya Terpusat di Satu Kawasan

ABR juga menilai pemerintah daerah perlu memikirkan pola penyelenggaraan HUT KBB yang lebih merata.

Kabupaten Bandung Barat memiliki 16 kecamatan dengan karakteristik serta potensi yang berbeda. Karena itu, menurutnya, perayaan hari jadi kabupaten idealnya dapat memberikan ruang bagi berbagai wilayah untuk ikut menjadi bagian dari agenda besar tersebut.

“Jangan sampai karena ada satu kawasan yang fasilitasnya lengkap, kemudian kegiatan kabupaten terus terpusat di sana. Bandung Barat ini bukan hanya satu kawasan. Ada 16 kecamatan yang semuanya memiliki potensi,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Minta Satpol PP dan Polisi Rutin Patroli Malam di Alun-Alun KBB, Demi Keamanan dan Kenyamanan Publik

Menurut ABR, kegiatan HUT KBB dapat dirancang secara bergilir dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, aksesibilitas, keamanan dan kapasitas masing-masing wilayah.

Dengan konsep tersebut, masyarakat di berbagai kecamatan dapat merasakan secara langsung dampak kegiatan, termasuk dari sisi ekonomi.

UMKM lokal, pelaku seni dan budaya, komunitas serta pelaku usaha di daerah juga dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat.

Pertanyakan Dasar Pemilihan Kota Baru Parahyangan

ABR menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan berarti menolak Kota Baru Parahyangan sebagai lokasi kegiatan.

Ia mengakui kawasan tersebut memiliki fasilitas dan infrastruktur yang relatif memadai untuk penyelenggaraan kegiatan berskala besar.

Namun, karena menggunakan nama Kabupaten Bandung Barat, ABR menilai pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan mengenai dasar pemilihan lokasi tersebut.

“Ini bukan soal Kota Baru Parahyangan bagus atau tidak. Saya kira semua mengakui kawasan itu maju dan fasilitasnya bagus. Tetapi karena ini HUT Kabupaten Bandung Barat, tentu masyarakat berhak bertanya kenapa lokasinya dipilih di sana,” katanya.

Menurut ABR, keterbukaan mengenai dasar pemilihan lokasi penting agar tidak muncul berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Transparansi Anggaran Dinilai Penting

Selain lokasi, ABR menilai transparansi anggaran dan mekanisme kerja sama dalam penyelenggaraan HUT KBB juga penting diketahui masyarakat.

Menurutnya, publik perlu mengetahui sumber pembiayaan, total anggaran, penggunaan fasilitas serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kalau memang ada kerja sama dengan pihak swasta, ya dijelaskan saja bentuk kerja samanya seperti apa. Kalau gratis, sampaikan gratis. Kalau ada anggaran yang digunakan, sampaikan juga. Jangan sampai masyarakat hanya melihat acaranya, tetapi tidak mengetahui bagaimana prosesnya,” tuturnya.

ABR menegaskan, pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan sebagai tuduhan terhadap pihak tertentu.

Baca Juga:  ABR Dukung Penuh Uus Sopyan, Calon Anggota BPD Desa Singajaya Nomor Urut 1

Menurutnya, keterbukaan justru diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“Ini bukan tuduhan. Ini bagian dari kontrol masyarakat. Pemerintah tidak perlu alergi terhadap pertanyaan seperti ini. Justru kalau semuanya jelas dan ada dokumennya, masyarakat akan lebih percaya,” katanya.

HUT KBB Harus Menjadi Milik Semua Masyarakat

ABR berharap momentum HUT KBB ke-19 dapat menjadi refleksi perjalanan Kabupaten Bandung Barat selama 19 tahun sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali arah pembangunan daerah.

Menurutnya, perayaan hari jadi tidak semestinya hanya berorientasi pada kemeriahan acara, tetapi juga harus memberikan manfaat dan menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat di seluruh wilayah KBB.

“Yang berulang tahun itu Kabupaten Bandung Barat, bukan satu kawasan. Jadi semangatnya harus mencerminkan seluruh masyarakat Bandung Barat,” ujar ABR.

Ia berharap pemerintah daerah ke depan dapat mempertimbangkan lokasi kegiatan yang lebih representatif dan, bila memungkinkan, menerapkan sistem bergilir agar berbagai kecamatan mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari perayaan hari jadi KBB.

“Kalau bisa bergilir, kenapa tidak? Dengan begitu masyarakat di kecamatan lain juga merasakan. UMKM-nya bisa bergerak, seni budayanya bisa tampil, ekonomi masyarakat juga bisa tumbuh,” katanya.

ABR pun meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pemilihan Kota Baru Parahyangan sebagai lokasi rangkaian HUT KBB ke-19.

“Intinya sederhana, kita ingin HUT KBB ini benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat Bandung Barat. Kalau semua prosesnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, saya kira tidak akan ada persoalan,” pungkasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!