CIMAHI-GMN,- Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kota Cimahi. Proyek pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto yang selama ini dinantikan akhirnya memasuki tahap lelang. Proyek strategis yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu digadang-gadang menjadi solusi untuk mengurai kemacetan parah di kawasan perlintasan rel kereta api.
Berdasarkan informasi dari laman LPSE Provinsi Jawa Barat, proyek pembangunan underpass tersebut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp150 miliar. Sementara nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat mencapai Rp130,1 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan proses lelang saat ini tengah berjalan dan ditargetkan memasuki tahap penandatanganan kontrak pada Juli 2026.
“Informasi yang kami terima proyeknya sudah masuk proses lelang. Jika sesuai jadwal, kemungkinan penandatanganan kontrak dilakukan pada 21 Juli 2026,” ujar Wilman, Jum’at (22/5/2026).
Pembangunan underpass tersebut nantinya akan dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sementara Pemerintah Kota Cimahi telah menyelesaikan proses pembebasan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap proyek tersebut.
Wilman menjelaskan, Pemkot Cimahi mengalokasikan anggaran sekitar Rp36 miliar dari APBD untuk pembebasan lahan di area pembangunan underpass.
“Untuk pembebasan lahan sudah selesai seluruhnya. Mudah-mudahan proses lelang berjalan lancar sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai,” katanya.
Dalam dokumen lelang disebutkan, proyek underpass Jalan Gatot Subroto Cimahi direncanakan memiliki waktu pelaksanaan selama 165 hari kalender.
Keberadaan underpass dinilai sangat penting mengingat volume kendaraan di kawasan tersebut terus meningkat. Selain menjadi jalur padat kendaraan, perlintasan kereta api di lokasi itu kini semakin sibuk sejak beroperasinya Kereta Feeder penghubung Stasiun Padalarang dan Stasiun Bandung untuk penumpang Kereta Cepat Whoosh.
Tingginya intensitas perjalanan kereta membuat pintu perlintasan harus lebih sering ditutup, sehingga memicu antrean kendaraan panjang hampir setiap hari.
“Pembangunan underpass ini bertujuan menghilangkan perlintasan sebidang sesuai aturan Kementerian Perhubungan sekaligus mengurangi kemacetan,” jelas Wilman.
Selain mengatasi kepadatan lalu lintas, proyek ini juga diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api yang kini semakin tinggi akibat frekuensi perjalanan kereta yang meningkat.
“Sekarang hampir setiap 15 sampai 30 menit ada kereta feeder maupun kereta lainnya yang melintas. Karena itu underpass menjadi solusi penting demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.

















