JAKARTA-GMN,- Bupati Jonius Taripar Hutabarat atau yang akrab disapa JTP akhirnya angkat bicara terkait isu yang ramai diperbincangkan masyarakat mengenai janji pemberian uang tunai Rp10 juta bagi setiap petani di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, sejumlah warga mempertanyakan berbagai janji politik yang beredar di media sosial. Bahkan, beberapa akun Facebook turut mengunggah narasi yang menyebut Pemerintah Kabupaten Taput akan memberikan bantuan uang tunai Rp10 juta kepada setiap petani.
Selain isu bantuan untuk petani, masyarakat juga menyoroti janji program “satu rumah satu sarjana” hingga kontrak kerja PPPK selama lima tahun.
Sejumlah warga Taput, baik yang mendukung maupun tidak mendukung JTP pada Pilkada 2024 lalu, disebut kerap menghubungi wartawan Global Mediacom News Liputan Nasional di Jakarta untuk meminta klarifikasi terkait berbagai program tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Minggu (17/5/2026), JTP membantah pernah menyampaikan janji bantuan tunai Rp10 juta untuk setiap petani.
“Saya tidak pernah menyatakan seperti itu,” tegas JTP.
Mantan Kapolres Taput tersebut menjelaskan bahwa pernyataan mengenai bantuan Rp10 juta tidak pernah tercantum dalam visi dan misi resmi yang didaftarkan ke KPU saat Pilkada.
Menurutnya, informasi tersebut merupakan bentuk penggiringan opini yang berkembang di media sosial.
“Tidak ada itu dalam visi misi resmi kami ke KPU. Itu penggiringan opini yang keliru,” ujarnya.
JTP juga mengungkapkan bahwa awal mula persepsi tersebut muncul diduga berasal dari unggahan media sosial seseorang berinisial RM yang kini bekerja di salah satu perusahaan daerah (Perusda) di Taput.
Sementara terkait janji kontrak kerja PPPK selama lima tahun, JTP menyebut pemerintah daerah telah merealisasikan sebagian program tersebut, khususnya bagi tenaga yang bertugas di wilayah terpencil.
“Sudah banyak SK yang ditandatangani, khusus untuk yang bertugas di daerah terpencil,” katanya.











