BANDUNG BARAT-GMN,- Festival Seni Budaya Dubrig yang digelar Yayasan Padepokan Putra Sinar Kancana berlangsung meriah selama dua hari, Sabtu-Minggu (9-10 Mei 2026), di Lapang Voli RW 06, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan seni budaya tradisional Sunda agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.
Festival budaya yang diikuti oleh 13 peserta itu mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB Asep Dendi, Kepala Kesbangpol KBB Weda Wardiman, Kabag Prokompin KBB Hadian Sundara, Camat Parongpong Agus Ganjar, Sekretaris APDESI Gagan Wirahma, pengurus yayasan Bambang Irawan (BI), hingga para tokoh budaya setempat.
Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Camat Parongpong Agus Ganjar mengatakan, seni budaya Dubrig harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab seniman dan komunitas budaya, tetapi juga seluruh masyarakat. Ia berharap generasi muda semakin mencintai kesenian daerah serta bangga terhadap warisan budaya Sunda yang dimiliki.
“Budaya Dubrig ini harus terus dilestarikan oleh generasi muda agar tetap hidup dan dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Festival Seni Budaya Dubrig juga menjadi ajang silaturahmi para pegiat seni budaya di Bandung Barat sekaligus ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas seni tradisional daerah.
Selain mempertunjukkan kesenian tradisional, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata budaya di Kabupaten Bandung Barat agar semakin berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat luar daerah.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, Festival Seni Budaya Dubrig diharapkan dapat menjadi agenda budaya rutin yang mampu menjaga eksistensi seni tradisional Sunda di tengah modernisasi zaman.

















