Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
JAWA BARATKABAR TNIKOTA BANDUNG

Pangdam III/Siliwangi dan Ojol Ajak Warga Jaga Kebersihan Kota Bandung

145
×

Pangdam III/Siliwangi dan Ojol Ajak Warga Jaga Kebersihan Kota Bandung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG, GMN,- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan bersih-bersih gabungan yang digelar di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (3/9/2025).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, komunitas ojek online (ojol), hingga masyarakat umum seperti ibu RW dan lurah setempat. Aksi bersih-bersih difokuskan pada penataan fasilitas publik yang rusak dan pembersihan area sekitar gedung DPRD.

Example 300x600

“Ini kita bersih-bersih bersama Ojol, TNI, dan Polri. Kita merapikan kembali gedung-gedung atau pagar-pagar yang sudah rusak,” ujar Mayjen Kosasih di lokasi kegiatan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga lingkungan secara kolektif. “Kita sama-sama memelihara lingkungan. Jangan sampai karena kita, lingkungan jadi rusak atau kotor,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

Mayjen Kosasih berharap, partisipasi aktif dari masyarakat dapat menciptakan lingkungan kota yang bersih dan nyaman, serta meningkatkan daya tarik Bandung sebagai destinasi wisata.

Dalam kesempatan yang sama, Mayjen Kosasih juga menanggapi insiden yang terjadi di kawasan Tamansari. Ia membantah adanya tindakan kekerasan oleh aparat terhadap mahasiswa di dalam kampus.

“Semua itu tidak benar. Tidak ada kita menyerang kampus. Kita sedang patroli mengamankan wilayah,” tegasnya.

Mayjen Kosasih menjelaskan bahwa saat patroli berlangsung, aparat justru dilempari bom molotov oleh oknum massa. Aparat, kata dia, sudah berusaha meredam situasi, namun aksi massa tetap berujung anarkis.

“Justru kita yang ditimpuki, yang dilemparin. Namanya manusia kalau dilempar pakai bom molotov, tentu kita sudah berupaya untuk meredam, untuk tidak melakukan itu. Tapi mereka tetap tidak bisa diam,” tambahnya.

Baca Juga:  Pesawat N219 PTDI Siap Digunakan Pertolongan Kebencanaan

Ia juga membantah penggunaan gas air mata di dalam area kampus. Menurutnya, gas hanya ditembakkan di luar area kampus, dan jika ada yang masuk ke dalam, itu disebabkan oleh tiupan angin.

Imbauan kepada Mahasiswa

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Mayjen Kosasih mengimbau mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak anarkis.

“Mahasiswa, adik-adik saya, kalaupun ada yang ingin disampaikan, sampaikan secara baik-baik. Bisa kepada Bapak Gubernur, Bapak Bupati, Bapak Wali Kota, dengan cara yang baik, jangan anarkis, jangan dengan cara yang merusak,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa aksi anarkis hanya akan merugikan diri sendiri dan sesuai dengan tujuan provokator yang ingin menciptakan kekacauan. Ia mencontohkan insiden perusakan Gedung DPRD di Makassar yang berujung korban jiwa.

Menutup pernyataannya, Mayjen Kosasih mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdialog dan menjaga kondusivitas. Ia mengutip petuah, “Watawa saubil haq watawa saubil sob,” yang berarti saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.

“Segala sesuatu yang dilakukan dengan emosi tidak akan pernah benar dan hanya akan merusak,” pungkasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!