Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaKAB.BANDUNG BARATSOSIAL

Mahasiswa Psikologi UNISBA Perkuat Peran Orang Tua Dukung Pendidikan Anak WBS di Cisarua

28
×

Mahasiswa Psikologi UNISBA Perkuat Peran Orang Tua Dukung Pendidikan Anak WBS di Cisarua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG BARAT, GMN – Kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak terus diperkuat melalui pendekatan psikologi komunitas. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Silvia Gani Budi Lestari, S.Psi., menggelar psikoedukasi untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya (Satpelsos GBK) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Keterlibatan Orang Tua dalam Keberlanjutan Pendidikan Anak” tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, dan diikuti orang tua atau pengasuh dari sembilan keluarga Warga Binaan Sosial (WBS).

Example 300x600

Program ini menjadi langkah nyata untuk mendorong keluarga agar lebih aktif mengambil peran dalam memastikan anak memperoleh kesempatan pendidikan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak yang belum pernah bersekolah, mengalami putus sekolah, atau belum melanjutkan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Silvia Gani Budi Lestari mengajak para orang tua memahami bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga membutuhkan dukungan keluarga secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, psikoedukasi menitikberatkan pada dua aspek psikologis, yakni parental role construction atau pemahaman orang tua mengenai perannya dalam pendidikan anak, serta parental self-efficacy, yaitu keyakinan orang tua terhadap kemampuan mereka dalam menjalankan peran tersebut.

Kedua aspek ini dinilai penting untuk membantu keluarga menghadapi berbagai tantangan pendidikan, terutama ketika keterbatasan kondisi sosial dan ekonomi menjadi hambatan.

Para peserta diajak memahami bahwa keterlibatan orang tua tidak harus diwujudkan melalui kemampuan mengajarkan seluruh materi pelajaran. Dukungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengenali kebutuhan anak, mendengarkan keinginannya, memberikan motivasi, hingga mencari informasi mengenai pilihan pendidikan yang sesuai.

Pendekatan tersebut juga menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang tua tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi terhadap masa depan pendidikan anak, meskipun menghadapi keterbatasan.
Untuk memastikan materi mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan psikoedukasi dibagi menjadi tiga sesi utama.

Baca Juga:  Pembangunan Alun Alun Cililin dan Lembang Ditargetkan Bulan Depan Mencapai 90 %

Sesi pertama membahas peran orang tua dalam pendidikan anak. Pada tahap ini, peserta diajak mengenali pentingnya dukungan keluarga dalam membangun motivasi dan menjaga keberlanjutan pendidikan.

Sesi kedua berfokus pada latihan keterampilan pendampingan sederhana melalui pendekatan DENGAR–TANYA–DAMPINGI. Pendekatan ini mendorong orang tua untuk mendengarkan kebutuhan anak, mengajukan pertanyaan guna memahami keinginannya, serta mendampingi proses pencarian solusi pendidikan.

Sementara itu, sesi ketiga diarahkan pada penyusunan action plan atau rencana tindakan keberlanjutan pendidikan anak.
Melalui diskusi dan latihan interaktif, para peserta mulai mengidentifikasi kebutuhan pendidikan, mempertimbangkan pilihan sekolah, serta menyusun langkah konkret yang realistis sesuai kondisi masing-masing keluarga.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada pemberian pemahaman, tetapi juga mendorong peserta menyusun rencana yang dapat ditindaklanjuti.
Pelaksanaan psikoedukasi tersebut menunjukkan hasil positif berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan.
Rata-rata skor pemahaman peserta mengenai peran orang tua dalam pendidikan anak meningkat dari 64,44 menjadi 80,00. Sementara itu, rata-rata skor parental self-efficacy naik dari 14,56 menjadi 16,11.

Selain peningkatan skor evaluasi, seluruh sembilan keluarga peserta berhasil menyusun rencana keterlibatan dalam pendidikan anak. Dari jumlah tersebut, delapan keluarga telah menentukan atau mempertimbangkan pilihan pendidikan yang dinilai sesuai dengan kondisi anak dan keluarga.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta juga terlihat meningkat dalam diskusi maupun latihan. Para orang tua mulai mengidentifikasi berbagai bentuk dukungan yang dapat dilakukan secara bertahap.

Langkah-langkah tersebut meliputi mencari informasi sekolah, mempersiapkan dokumen yang diperlukan, mendiskusikan pilihan pendidikan bersama anggota keluarga, hingga berkonsultasi dengan pekerja sosial untuk memperoleh informasi dan bantuan.
Hasil ini memperlihatkan bahwa pendampingan psikologis dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu keluarga mengubah harapan terhadap pendidikan anak menjadi rencana yang lebih terarah.

Baca Juga:  Pemda Kabupaten Bandung Barat Raih Penghargaan Juara 2 JDIH Award Jawa Barat 2023

Pihak Satpelsos GBK Cisarua menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mempersiapkan keberlanjutan pendidikan anak, khususnya bagi keluarga yang sedang menjalani pelayanan rehabilitasi sosial.

Keluarga diharapkan tidak hanya memiliki keinginan agar anak dapat kembali bersekolah atau melanjutkan pendidikan, tetapi juga mampu menentukan pilihan, mempersiapkan kebutuhan administrasi, serta mengambil langkah nyata sebelum menyelesaikan masa pelayanan rehabilitasi sosial.

Dalam konteks tersebut, dukungan pekerja sosial menjadi bagian penting untuk membantu keluarga menindaklanjuti rencana yang telah disusun. Pendampingan dapat diarahkan pada pencarian informasi pendidikan, identifikasi kebutuhan anak, serta pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Kolaborasi antara keluarga dan pekerja sosial diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi anak untuk memperoleh akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.

Kegiatan psikoedukasi yang dilaksanakan Silvia Gani Budi Lestari di Satpelsos GBK Cisarua ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran, kepedulian, dan keyakinan orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak.

Melalui dukungan yang tepat dan rencana tindak lanjut yang berkesinambungan, keluarga diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anak, sekaligus membangun peluang yang lebih baik bagi tumbuh kembang dan kemandirian mereka.

Keterangan foto: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog, Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (UNISBA), Silvia Gani Budi Lestari, S.Psi., menggelar psikoedukasi untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya (Satpelsos GBK) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!