BANDUNG BARAT-GMN,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar aktivitas perekonomian daerah. Pada 2026, sebanyak 34 ruas jalan dan satu jembatan masuk dalam program perbaikan yang dilaksanakan secara bertahap mulai akhir Juni hingga September.
Program perbaikan jalan Kabupaten Bandung Barat 2026 ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya melalui penyediaan infrastruktur yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemetaan terhadap kondisi jalan yang mengalami kerusakan. Selain berdasarkan hasil pemantauan teknis, program ini juga mengakomodasi aspirasi masyarakat terkait kebutuhan perbaikan infrastruktur di wilayah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima, mengatakan seluruh paket pekerjaan perbaikan infrastruktur tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan.
“Betul, sesuai arahan Pak Bupati Jeje dan sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, tahun ini ada perbaikan 34 ruas jalan dan satu jembatan. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap mulai akhir Juni hingga September 2026,” kata Fauzan, Senin (6/7/2026).
Perbaikan Jalan Menjangkau 14 Kecamatan
Pemerataan pembangunan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program tersebut. Perbaikan infrastruktur jalan tahun ini tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, sehingga diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang lebih memadai.
Adapun wilayah yang masuk dalam program perbaikan meliputi Kecamatan Batujajar, Cihampelas, Cikalongwetan, Cililin, Cipeundeuy, Cipongkor, Cisarua, Gununghalu, Lembang, Ngamprah, Parongpong, Rongga, Saguling, dan Sindangkerta.
Dari sejumlah wilayah tersebut, Kecamatan Lembang menjadi daerah dengan titik perbaikan terbanyak, yakni mencakup delapan ruas jalan.
Banyaknya titik penanganan di Lembang menunjukkan bahwa kebutuhan peningkatan infrastruktur di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam agenda pembangunan daerah tahun ini.
Melalui pelaksanaan pekerjaan secara bertahap, Pemkab Bandung Barat berupaya memastikan setiap paket pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi infrastruktur di lapangan.
Dorong Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Kondisi jalan yang baik memiliki peran penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Selain mempermudah akses menuju pusat pelayanan publik, infrastruktur yang memadai juga mendukung kelancaran distribusi barang, aktivitas perdagangan, serta mobilitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, program perbaikan 34 ruas jalan dan satu jembatan di Kabupaten Bandung Barat diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap konektivitas antarwilayah.
Fauzan berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, sehingga manfaat pembangunan bisa segera dirasakan oleh masyarakat.
“Sudah dicanangkan dan segera dilaksanakan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.
Dengan pelaksanaan program ini, Pemkab Bandung Barat menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang lebih merata sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran transportasi, memperkuat konektivitas wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
(GMN)

















