BANDUNG BARAT,- Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai Perluasan ( BPNTP) untuk warga penerima manfaat dilaksankan di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat berjalan dengan aman dan lancar, kemarin Jum’at (5/6/2020).
Hanya saja dari total jumlah pembagian BPNTP 453 KPM, yang baru bisa terealisasi hanya 383 KPM disebabkan karena Nomor Identitas masih banyak yang tidak valid dan juga beberapa orang ada yang sakit disaat pengambilan kartu BPNTP.
Hal itu diungkapkan oleh Koko Kasie Kepemerintahan desa Cilame Kepada Wartawan Global Media News diruang Kerjanya.
Menurutnya, bahwa BPNTP itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial, dalam bentuk bahan pangan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral ini terdiri dari beras, telur, buah-buahan dan lain-lain.
Lebih lanjut Koko menjelaskan, sistem pembagian BPNTP nya diatur oleh Bhabinkamtibmas, babinsa dan pemuda karang taruna desa cilame menggunakan durasi menit dan pembatasan jumlah penerima bantuan. Dalam durasi 30 menit hanya untuk 10 penerima bantuan. Lalu 30 menit selanjutnya juga untuk 10 penerima bantuan dan begitu seterusnya,ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Desa Cilame Aas Mohammad Asor S.H juga memberikan himbauan kepada masyarakat melalui Pemuda Karang Taruna Desa Cilame kepada warga penerma manfaat yang sedang melaksanakan pengambilan Bantuan Pangan Non Tunai Perluasan (BPNTP) di Kantor Desa Cilame.
Dalam himbauannya, mengajak kepada bapak ibu agar selalu memakai masker, menjaga jarak aman atau social distancing, dan diharapkan masyarakat menjaga kebersihan diri serta lingkungan dengan cara melakukan cuci tangan menggunakan sabun.
Sementara Bhabinkamtibmas,endin menambahkan, ”Kami minta warga penerima bantuan harus tepat waktu, begitu selesai mengambil langsung pulang, agar tidak terjadi kerumunan”, ujarnya.
Pihaknya juga berharap agar tidak mengadakan segala bentuk kegiatan masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa, setidaknya hal ini dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran dan penularan virus Corona di masyarakat, kata Bhabinkamtibmas.
(Penulis Berita : Drivana/Wartawan GlobalMediaNews)











