CIMAHI-GMN,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) kembali menyalurkan bantuan melalui program Siapkan Beras untuk Masyarakat Kota Cimahi (Sibesti) bagi warga kurang mampu. Program tersebut digelar di Kelurahan Utama, Cimahi, Rabu (4/3/2026), menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa program Sibesti memang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu agar dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan bantuan tersebut tepat sasaran sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan.
“Program ini tidak diperuntukkan bagi seluruh masyarakat, tetapi khusus bagi warga kurang mampu. Harapannya bisa membantu mengurangi beban hidup mereka,” ujar Ngatiyana dalam sambutannya.
Ia menambahkan, program Sibesti menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Cimahi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan saat kebutuhan pokok biasanya meningkat.
Dalam program tersebut, warga dapat menebus paket beras dan minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini harga beras premium di pasaran relatif stabil, berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
“Melalui program ini masyarakat bisa mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga lebih terjangkau. Ke depan diharapkan ada tambahan komoditas bahan pokok lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menjelaskan bahwa program Sibesti merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di seluruh kelurahan di Kota Cimahi.
Ia menyebutkan, total penerima manfaat program tersebut mencapai sekitar 8.000 warga yang tersebar di 15 kelurahan di Kota Cimahi.
“Jumlah penerima manfaat sekitar 8.000 orang di 15 kelurahan. Penyalurannya menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” kata Hella.
Untuk paket Sibesti, warga dapat menebus dengan harga Rp84.400 per paket. Paket tersebut berisi 5 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Hella menambahkan, penyediaan stok bahan pokok dalam program ini didukung oleh Bulog. Sementara penentuan penerima manfaat dilakukan oleh pihak kelurahan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Bulog menyediakan stok paketnya, sedangkan pihak wilayah yang menentukan warga penerima. Untuk beras dipastikan stoknya tersedia secara rutin,” jelasnya.
Program Sibesti sendiri diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri.











