Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKOTA CIMAHI

Rembuk Stunting 2026 Digelar, Pemkot Cimahi Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting

26
×

Rembuk Stunting 2026 Digelar, Pemkot Cimahi Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

CIMAHI-GMN,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Rembuk Stunting Kota Cimahi 2026 sebagai langkah memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, Rabu (4/3/2026).


Wakil Wali Kota Cimahi, Aditia Yudistira, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan program prioritas pembangunan daerah yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Example 300x600


Menurutnya, upaya menekan angka stunting memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.


“Percepatan penurunan stunting merupakan prioritas pembangunan nasional sekaligus daerah. Hal ini juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Cimahi sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Cimahi 2025–2029,” ujar Aditia.


Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, menyampaikan bahwa meskipun terdapat sejumlah capaian positif, Kota Cimahi masih menghadapi tantangan serius dalam menurunkan angka stunting.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Cimahi pada tahun 2025 tercatat sebesar 22,30 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023, yang menunjukkan adanya kemajuan di tingkat makro.


Namun demikian, data dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) menunjukkan tren berbeda. Dalam sistem tersebut, angka stunting justru mengalami peningkatan dari 9,54 persen pada tahun 2024 menjadi 9,81 persen pada tahun 2025.


Perbedaan data ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Adet menegaskan bahwa meskipun arah kebijakan dan intervensi pemerintah dinilai sudah tepat, penguatan implementasi di tingkat keluarga dan masyarakat tetap menjadi faktor kunci keberhasilan.

Baca Juga:  Jabar Juara menggelar kembali Pelatihan HKI, BDKT, dan UMKM


“Implementasi di tingkat keluarga, peningkatan kualitas layanan, serta validitas dan pemanfaatan data harus terus diperkuat secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.


Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Kota Cimahi kembali menegaskan komitmennya dalam memutus siklus stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Penguatan konsolidasi lintas sektor, pemantapan kualitas data, serta intervensi berbasis wilayah menjadi strategi utama agar program percepatan penurunan stunting di Kota Cimahi dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan tepat sasaran.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *