BANDUNG, GMN,- Pemerintah Kota Bandung memfokuskan perhatian pada penertiban bangunan liar yang berdiri di bantaran dan di atas aliran sungai maupun solokan. Hal itu sebagai langkah strategis upaya penanggulangan banjir.
“Saya sekarang lagi fokus untuk menertibkan bangunan-bangunan yang ada di bantaran sungai dan yang ada di atas sungai maupun solokan,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, Jumat (8/8/2025).
Erwin mengakui bahwa proses penertiban tidak bisa dilakukan secara instan. Selain membutuhkan anggaran dan sumber daya manusia yang cukup, langkah ini juga memerlukan pendekatan humanis terhadap warga yang terdampak.
“Tentunya perlu proses ya, perlu waktu. Karena banjir ini banyak sekali penyebabnya. Salah satunya karena bangunan yang berdiri di atas sungai. Tapi juga ada limpahan air dari wilayah luar Kota Bandung,” jelasnya.
Baca juga : Gubernur Minta Penerima Bansos Terindikasi Judol Dicabut
Menurut Erwin, banyak warga yang membangun tempat tinggal di kawasan terlarang karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah juga mempertimbangkan skema biaya kerohiman atau bantuan kontrakan sementara bagi warga yang harus direlokasi.
“Ada yang ikhlas dibongkar, tapi ada juga yang tidak punya tempat tinggal lain. Minimal kami ingin bantu biaya kontrak rumah bagi mereka yang terdampak,” tambahnya.
Erwin juga menyebutkan bahwa keterbatasan personel, khususnya dari Satpol PP, menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penertiban. Selain itu, keterbatasan anggaran juga membuat proses ini tidak bisa dilakukan sekaligus di semua titik rawan.
“Saya tentu ingin proses ini cepat, tapi kita juga harus realistis. Ini menyangkut anggaran dan SDM. Belum lagi ada beberapa lokasi yang memerlukan pendekatan khusus,” ucapnya.
Erwin menegaskan bahwa penertiban adalah bagian dari solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang dalam upaya mengurangi risiko banjir. “Pembongkaran itu mungkin solusi jangka pendek, tapi untuk jangka panjang kita butuh penataan yang menyeluruh. Itu termasuk pemulihan fungsi sungai dan sistem drainase kota,” ucap Erwin menambahkan.

















