CIMAHI-GMN,- Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Cimahi, H. Yefi Abdullah, SE, menghadiri peluncuran mesin pengolah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (10/2/2026).
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah Kota Cimahi yang saat ini mencapai sekitar 233 ton per hari.Peluncuran mesin yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi itu turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah berharap operasional mesin ini menjadi titik balik sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dan bernilai ekonomi.
Kapasitas 10–15 Ton per Hari, Kurangi Ketergantungan ke TPADalam keterangannya
H. Yefi Abdullah menegaskan bahwa TPST Kelurahan Utama memiliki peran penting dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pusat.
“Dengan kapasitas pengolahan 10 hingga 15 ton sampah per hari, fasilitas ini sangat membantu menekan volume sampah harian Cimahi yang mencapai 233 ton. Kami di Komisi 2 DPRD Cimahi mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah seperti ini agar ketergantungan terhadap TPA bisa diminimalisir,” ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi TPST di wilayah Cimahi Selatan menjadi model awal dalam membangun sistem pengolahan sampah yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Sampah Diolah Menjadi RDF
Dongkrak PAD CimahiTak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, mesin tersebut juga mengubah sampah non-organik menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang memiliki nilai jual untuk kebutuhan industri.
Sebagai Sekretaris Komisi 2 yang membidangi ekonomi dan keuangan daerah, Yefi menyoroti aspek ekonomis dari inovasi ini.“Ini bukan sekadar mengelola sampah. Teknologi ini menghasilkan RDF yang bernilai jual dan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cimahi. Kita sedang membangun ekonomi sirkular dari sektor persampahan,” tegasnya.
Konsep ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan kemandirian fiskal sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Komisi 2 DPRD Akan Awasi Kinerja Operasional
H. Yefi memastikan Komisi 2 DPRD Cimahi akan melakukan pengawasan terhadap efektivitas operasional mesin tersebut, terutama dalam pencapaian target tonase harian dan konsistensi kualitas RDF yang dihasilkan.Ia berharap keberhasilan TPST Utama dapat direplikasi di kelurahan lain sehingga sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi bisa diterapkan secara menyeluruh di Kota Cimahi.
“Kami ingin memastikan investasi yang telah dikeluarkan melalui DLH benar-benar memberikan dampak nyata, baik terhadap kebersihan lingkungan maupun peningkatan PAD,” pungkasnya.
Dengan hadirnya TPST berbasis RDF ini, Kota Cimahi diharapkan mampu bertransformasi menuju kota yang lebih bersih, mandiri, dan berorientasi pada ekonomi hijau.















