Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
KABAR TNI-POLRI

Pembangunan Tritmen di Lembang Untuk Mengatasi Pencemaran Sungai Citarum

214
×

Pembangunan Tritmen di Lembang Untuk Mengatasi Pencemaran Sungai Citarum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG (GMN),

Dansektor 22 Citarum Harum mengatakan, pihaknya berupaya mengatasi dan mengurangi pencemaran seluruh sungai yang membentang sepanjang Kota Lembang hingga Sungai Citarum melalui Kota Bandung, dari kotoran tinja manusia dan kotoran hewan juga limbah lainnya.

Example 300x600

Menurutnya, kotoran tinja manusia dan kotoran hewan sangat dominan mencemari sungai, utamaya adalah Sungai Cikapundung dan Sungai Cibeureum yang berhulu di Lembang, bermuara di Sungai Citarum, membentang panjang di Kota Bandung.

Upaya mengurangi pencemaran tersebut oleh Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufiq, di Kota Bandung telah dibangun puluhan Ipal Tinja Komunal dan masif dibangun di tempat lainnya pada lingkungan bantaran sungai dimana masyarakat belum memiliki jamban sehat.

Pembangunan Tritmen Kotoran Hewan (Kohe)  di Kp. Cikapundung RtT03 RW.13 Desa Suntenjaya merupakan bantuan dari Diskimrum KBB bentuk pendukungan pada Satgas Citarum Harum Sektor 22 Subsektor 16/ Lembang.

Pembangunan tritmen ini dimulai sejak tanggal 2 JUli2019, berawal dengan perapihan dan persiapan lahan, selanjutnya hari sabtu (6/7/2019) mulai pembangunan bak utama berukuran 6 x 6 m, tiap 2 meter dikasih sekat.

CV. Dilaga selaku pemborong menggarap pembangunan Tritmen Kohe, dari lahan seluas 700 m yang digunakan untuk tritmen 6 x 6 x 2 (m), bak tersebut di skat tiap 2 meternya jadi 3 bak. yang melibatkan 4 orang  pekerja

Kapt. CBa. Adang Kuswara (Dansub 16-22) menyampaikan pada awak media bahwa, “Masalah yang dihadapi kohe selama ini belum ditangani secara tuntas oleh pemerintah, sehingga menjadi pencemaran terhadap air sungai padahal air tersebut diminum oleh 36 juta masyarakat Kota Bandung dan Jakarta,” Kata Adang di Lembang, Minggu (7/07/2019).

Rapat Pembangunan Tritmen diikuti  Oleh Kapt. CBa. Adang Kuswara, Kades Suntenjaya dan CV. Dilaga (Dude)

“Dari Dinas Kimrum KBB bersama Sektor 22 Sub 16 lembang dan PTPN VIII, membangun tritmen Kohe yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan pencemaran air sungai, khususnya Sungai Cikapundung yang mengalir di RT.03 RW.13 Desa Suntenjaya diakibatkan oleh kotoran sapi,” imbuh Adang.

Baca Juga:  Polres Brebes Musnahkan Miras dan Oplosan Bersama Elemen Masyarakat

Upaya kuat oleh Kol. Inf. Asep Rahman Taufik untuk pencegahan pencemaran sungai, khusus dari pencemaran Kotoran Hewan dari Kota Lembang (sebagai hulu sungai) menyebar ke mana-mana melalui aliran sungai, Komandan yang satu ini dor to dor ke tiap kepala daerah, baik ke Bupati Bandung Barat (KBB) maupun Walkot Bandung dan Bupati Bandung.

Upaya persuasif oleh Dansektor 22, secara perlahan menuai angin segar, walaupun belum maksimal, utamanya dari Pem KBB sebagai pelaku utama dalam pencemaran kohe ke sungai sangat banyak, yaitu satu ekor sapi mengeluarkan kohe nya 25 kg perhari dikalikan ribuan sapi di Kota Lembang. Sedangkan yang terkelola oleh Pemkab KBB baru 20%, maka 80% nya dibuang ke Sungai Cikapundung dan Sungai Cibeurem. (*)


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *