Bekasi, GMN – Pelaksanaan cabang olahraga (cabor) muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan. Digelar sejak 2 hingga 7 November 2026,di GOR Voli Abdul Rosad Irwan,Kota Bekasi, kejuaraan tersebut berlangsung lancar dan sukses melahirkan sejumlah atlet potensial dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat, Tine Yowargana, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran penyelenggaraan pertandingan yang telah berlangsung selama enam hari tersebut. Menurutnya, seluruh agenda pertandingan hingga partai final dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan panitia.
“Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pertandingan semuanya berjalan lancar. Kami memulai pertandingan pada 2 November dan hari ini, 7 November, sudah memasuki partai final,” ujar Tine,di GOR Voli Abdul Rosad Iwan,Kota Bekasi, Sabtu 7 November 2026.
Meski secara keseluruhan berjalan baik, Tine mengakui terdapat sejumlah atlet yang mengalami cedera selama pertandingan. Bahkan, salah seorang atlet sempat mengalami kondisi serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Namun, kesigapan panitia bersama tim medis dalam memberikan pertolongan pertama dan penanganan lanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi situasi tersebut. Atlet yang sempat menjalani perawatan intensif itu kini telah menunjukkan perkembangan positif dan diperbolehkan keluar dari ICU.
“Memang dalam penyelenggaraannya ada beberapa atlet yang mengalami cedera dan langsung mendapatkan penanganan. Bahkan, ada satu atlet yang sempat koma dan masuk ICU. Namun, panitia dan tim medis bergerak sangat cepat sehingga mendapatkan penanganan yang sangat baik. Hari ini kondisinya sudah keluar dari ICU dan pindah ke ruang perawatan biasa,” tuturnya.
Di sisi lain, Tine menilai Porprov XV Jabar 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan muaythai di Jawa Barat. Selain menjadi ajang persaingan antardaerah, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana untuk melihat perkembangan pembinaan sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Jawa Barat pada agenda kompetisi berikutnya.
Menurutnya, hasil pertandingan kali ini cukup menggembirakan karena kekuatan atlet dari berbagai kabupaten dan kota relatif merata. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dilakukan selama ini mulai memperlihatkan hasil positif dan tidak hanya terpusat di daerah tertentu.
Tine juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi almarhum Ketua Umum Muaythai Jawa Barat sebelumnya, Rahyang Mandalajati Efi Silviadi Sangga Buana atau yang akrab disapa Abah Efi. Ia menilai program pembibitan yang telah dirintis almarhum menjadi fondasi penting bagi perkembangan muaythai di berbagai daerah.
“Kami sangat bersyukur karena almarhum Abah Efi Silviadi sangat berkontribusi dalam pembibitan atlet. Kalau melihat hasil pertandingan sekarang, kekuatan daerah hampir sama. Tidak ada kota atau kabupaten yang terlalu menonjol dalam perolehan medali,” katanya.
Dalam klasemen akhir, Kota Bekasi berhasil keluar sebagai juara umum cabang olahraga muaythai. Namun, Tine menyoroti persaingan yang berlangsung ketat karena perolehan medali emas sejumlah daerah memperlihatkan selisih yang tidak terlalu jauh, termasuk Kabupaten Subang yang mampu memberikan persaingan kuat.
Selain Kota Bekasi dan Kabupaten Subang, sejumlah daerah yang sebelumnya belum banyak mendapatkan kesempatan meraih medali emas kini mulai menunjukkan perkembangan. Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur menjadi beberapa daerah yang berhasil mencatatkan prestasi dengan merebut medali emas pada Porprov kali ini.
“Bahkan, kabupaten-kabupaten yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan, seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur, kali ini bisa memperoleh emas. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena ini merupakan kelanjutan program pembibitan yang telah dirintis almarhum Abah Efi,” ungkap Tine.
Lebih lanjut, hasil Porprov XV Jabar 2026 akan menjadi salah satu bahan evaluasi bagi Muaythai Jawa Barat dalam mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi. Tine memastikan terdapat sejumlah atlet yang berpotensi untuk masuk dalam program pembinaan lanjutan, termasuk diproyeksikan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sebelum memasuki tahapan kualifikasi PON, Muaythai Jawa Barat juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi SEA Games yang dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada September mendatang. Pihaknya kini berupaya mengusulkan sejumlah atlet potensial yang sebelumnya telah menunjukkan kemampuan pada kejuaraan internasional.
“Pasti ada atlet yang muncul dari Porprov ini. Sebelum babak kualifikasi PON, kami akan bersiap untuk SEA Games pada September di Malaysia. Kami sedang mengusahakan beberapa atlet yang kemarin juga tampil di Kejuaraan Dunia,” jelasnya.
Tine berharap Jawa Barat dapat menyumbangkan dua hingga empat atlet untuk memperkuat kontingen Indonesia pada ajang olahraga multievent Asia Tenggara tersebut. Target itu sekaligus menjadi motivasi bagi jajaran pengurus dan pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta mempersiapkan atlet agar mampu bersaing di level internasional.
“Mudah-mudahan dari Jawa Barat bisa ada dua sampai tiga, atau bahkan empat orang untuk mewakili Indonesia di SEA Games,” harapnya.
Ke depan, Muaythai Jawa Barat berkomitmen memperkuat sistem pembinaan dan pembibitan atlet secara berkelanjutan. Program tersebut akan diselaraskan dengan kebijakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), terutama melalui pendekatan long-term athlete development dan pengembangan konsep student athlete sebagai bagian dari upaya membangun prestasi olahraga sejak usia dini.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperluas penjaringan atlet melalui kegiatan promosi dan edukasi ke sekolah-sekolah maupun berbagai komunitas. Selain itu, Muaythai Jawa Barat juga berencana menggelar sejumlah kejuaraan internal sebagai wadah bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan teknik dan mental bertanding.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan pembibitan, terutama untuk mendukung program KONI, yakni long-term athlete development dan student athlete. Kami akan menjaring atlet-atlet sejak usia dini melalui promosi dan edukasi ke sekolah-sekolah maupun komunitas,” pungkas Tine.
Di samping peningkatan prestasi, aspek keselamatan atlet juga menjadi perhatian utama dalam setiap agenda pertandingan mendatang. Evaluasi terhadap kesiapan tenaga medis, sistem pengamanan, serta prosedur penanganan cedera akan terus dilakukan agar penyelenggaraan kejuaraan muaythai semakin baik dan mampu memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh atlet.











