BANDUNG, GMN – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kogartap II/Bandung menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bandung, pada Sabtu dini hari, (26-9-2026)
Razia tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus mengantisipasi potensi terjadinya gesekan yang melibatkan personel TNI, Polri maupun masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 13 orang yang terdiri dari anggota TNI, Polri dan aparatur sipil negara (ASN).
Rinciannya, sebanyak 7 anggota TNI, 4 anggota Polri dan 2 ASN ditemukan berada di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Danden POM Kogartap II/Bandung, Letkol POM M. Khairul, mengatakan razia tersebut merupakan bagian dari kegiatan penertiban dan deteksi dini menjelang momentum HUT ke-81 TNI.
«”Dalam rangka HUT TNI yang ke-81, Detasemen Polisi Militer melaksanakan kegiatan razia tempat hiburan malam,” ujar Letkol POM M. Khairul.»
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan di sejumlah tempat hiburan, di antaranya karaoke, lounge dan tempat hiburan musik.
Cegah Gesekan TNI, Polri dan Masyarakat
Letkol POM M. Khairul menegaskan, razia bukan hanya ditujukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap personel, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi persoalan yang dapat mengganggu kondusivitas Kota Bandung.
“Tujuannya untuk menertibkan, jangan sampai terjadi gesekan antara TNI dengan masyarakat, TNI dengan Polri maupun TNI dengan TNI,” katanya.
Setiap personel yang ditemukan kemudian menjalani pendataan dan pemeriksaan identitas.
Petugas juga melakukan pengecekan Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk memastikan identitas dan satuan masing-masing.
Setelah proses pemeriksaan, personel tersebut diserahkan kepada institusi atau satuan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindak lanjut.
“Setelah itu kita lakukan pendataan ulang dan pemeriksaan KTA. Kemudian masing-masing kita serahkan kepada satuannya,” jelasnya.
Untuk anggota Polri, lanjut dia, penanganan diserahkan kepada Propam. Sedangkan ASN diserahkan kepada Satpol PP.
Razia Berlangsung Kondusif
Pelaksanaan razia di sejumlah tempat hiburan malam tersebut berlangsung relatif lancar.
Letkol POM M. Khairul menyebut tidak ada kendala berarti selama petugas melakukan pemeriksaan.
“Untuk sementara tidak ada kesulitan karena mereka semua kooperatif dalam pelaksanaan penindakan,” ungkapnya.
Menurut dia, kegiatan penertiban tersebut tidak berhenti pada razia yang dilakukan menjelang HUT ke-81 TNI.
Patroli malam akan terus dilakukan untuk membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kota Bandung.
“Di Bandung ini, itulah makanya kita melakukan penertiban. Kita melakukan patroli setiap malam sehingga wilayah Kota Bandung tetap kondusif,” tuturnya.
Polisi Militer Tingkatkan Pengawasan
Aktivitas tempat hiburan malam menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan patroli tersebut.
Pengawasan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan persoalan antara personel TNI, Polri maupun masyarakat.
Letkol POM M. Khairul berharap Kota Bandung tetap kondusif dalam aktivitas masyarakat, termasuk dalam pengelolaan dan pengawasan tempat hiburan malam.
“Harapannya ke depan semoga di Kota Bandung ini relatif kondusif dalam penanganan tempat hiburan malam. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tidak terjadi konflik terhadap satuan-satuan yang lain,” katanya.
Imbauan untuk Anggota TNI
Selain melakukan penertiban, Polisi Militer juga mengingatkan seluruh personel TNI agar senantiasa menaati ketentuan yang berlaku.
Letkol POM M. Khairul meminta anggota TNI tetap kooperatif ketika berhadapan dengan tugas Polisi Militer.
“Mudah-mudahan anggota TNI semuanya relatif kooperatif dalam melakukan kegiatan terhadap Satuan Polisi Militer sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Razia tersebut menjadi bagian dari upaya Kogartap II/Bandung memperkuat disiplin personel sekaligus menjaga kondusivitas Kota Bandung menjelang peringatan HUT ke-81 TNI.











