BANDUNG BARAT-GMN,- Puncak Gebyar Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di RW 06, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (13/9/2026), berlangsung semarak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail disuguhi pertunjukan Bajidor dari Ligar Group Subang sebagai bagian dari rangkaian acara puncak Gebyar Kemerdekaan.

Pertunjukan Bajidor menjadi salah satu suguhan seni budaya yang menarik perhatian masyarakat. Warga tampak antusias menikmati pertunjukan yang digelar setelah sebelumnya pada pagi hingga minggu sore hari disuguhkan Seni Dubrig.
Kehadiran dua kesenian tersebut semakin memperkuat nuansa budaya dalam Gebyar Kemerdekaan RW 06 yang mengusung tema “Melestarikan Budaya Untuk Negeri.”
Bagi Jeje, kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena menjadi ruang bagi masyarakat, seniman dan komunitas untuk terus menghidupkan kesenian daerah.

Jeje sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya selalu berupaya hadir ketika mendapat undangan kegiatan budaya di Parongpong, khususnya di RW 06 Desa Cihanjuang Rahayu.
Ia juga menegaskan bahwa seni dan kebudayaan harus terus dijaga, dikembangkan dan diperkenalkan kepada generasi penerus agar tidak hanya menjadi kenangan.
Puncak acara yang dihadiri Bupati Jeje tersebut turut dihadiri Kaban Kesbangpol KBB Weda,Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bandung Barat Hadian, Kepala Bidang pada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat Efi Kurnaefi, Camat Parongpong Agus Ganjar, Kepala Desa Cihanjuang Rahayu Deni,tokoh seni, budayawan Bambang Irawan (BI), Ketua Padepokan Yayasan Sinar Putra Kancana Sekaligus Ketua RW 06 Santi Sartika dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian Gebyar Kemerdekaan RW 06 berlangsung selama tiga hari, 11-13 September 2026. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diisi dengan kegiatan sosial, keagamaan, olahraga, Gerakan Pangan Murah (Gapura) Amanah, UMKM dan berbagai aktivitas masyarakat.
Penampilan Bajidor Ligar Group Subang sekaligus menjadi salah satu suguhan penutup yang menghidupkan suasana malam puncak Gebyar Kemerdekaan RW 06.
Antusiasme warga menyaksikan pertunjukan tersebut menjadi gambaran bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan dapat menjadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan.

















