CIMAHI-GMN,- Dengan adanya seruan dan himbauan yang telah disosialisasikan oleh Badam Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi tentang adanya 10 Titik potensi Bencana kepada masyarakat saat menggelar apel penanggulangan Bencana Daerah Badan Penanggulangan Bencana agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang mengintai hampir di seluruh wilayah kota,yang perlu diantisipasi sejak dini.
Senin (9/2/2026)
Saat ditemui awak media Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Fitriandy Kurniawan yang biasa akrab di panggil Andi mengatakan puncak cuaca ekstrem di Bulan Maret nanti diprediksi akan terjadi dinamika cuaca ekstrem yang terjadi 10 titik potensi tang bersifat luas dan tidak hanya berdampak pada satu wilayah tertentu.
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dalam menekan risiko bencana.Informasi ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai langkah antisipasi,sebagai peringatan untuk antisipasi terhadap potensi bencana hasil rilis BMKG
Senin (9/2/2026).

Ancaman akibat adanya cuaca ekstrem akan terjadi bencana yang menjadi perhatian BPBD meliputi banjir, banjir bandang, longsor,cuaca ekstrem, potensi aktivitas Sesar Lembang, hingga gangguan teknologi dan kondisi darurat lainnya di wilayah rawan untuk Kota Cimahi masih berstatus Siaga Darurat Geohidrometeorologi.
Sehingga BPBD Kota Cimahi terus meningkatkan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor dengan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan.Kesiapan dan kesiagaan BPBD Kota Cimahi dipastikan seluruh sumber daya siap digunakan, baik untuk pengarahan, penanganan darurat, hingga distribusi bantuan jika diperlukan,daerah yang rawan bencana dari total 15 kelurahan, hampir semuanya memiliki titik-titik yang berpotensi terdampak bencana yang punya kerawanannya masing-masing,tegas Andi.
Diprediksi puncak musim hujan tahun 2026 akan terjadi pada bulan Maret hasil rilis BMKG kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh lapisan masyarakat harus lebih siaga dan memahami potensi ancaman di lingkungan masing-masing,sebagai langkah mitigasi, BPBD Kota Cimahi mengedepankan strategi pengurangan kerentanan dan peningkatan ketangguhan masyarakat agar warga mampu melakukan evakuasi mandiri, dimulai dari lingkup keluarga.
Edukasi kebencanaan juga terus ditingkatkan karena kesiapan masyarakat adalah kunci utama untuk mengurangi dampak bencana,Tahun ini BPBD Kota Cimahi akan merencanakan pemasangan 8 Titik Early Warning Sistem untuk memantau permukaan air,sehingga apabila terjadi bencana bisa ditanggulangi secepatnya.Imbuh Andi.
(Temmi Kabiro GMN Kota Cimahi)











