Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineHUKUM KRIMINALNASIONAL

Jurnalis Antara Dipukul saat Meliput Demonstrasi DPR RI, Iwakum Kecam Keras

113
×

Jurnalis Antara Dipukul saat Meliput Demonstrasi DPR RI, Iwakum Kecam Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, GMN,- Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam keras pemukulan terhadap jurnalis foto Kantor Berita ANTARA, Bayu Pratama Syahputra. Bayu mengalami pemukulan saat meliput demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).

“Ini bukan sekadar insiden, ini ancaman nyata terhadap kebebasan pers. Setiap kali jurnalis dipukul, publik ikut dipukul, aparat yang melakukannya harus diusut, disanksi tegas,” kata ketum Iwakum Kamil dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).

Example 300x600

Menurut Kamil, pemukulan terhadap Bayu menunjukkan betapa rentannya kerja pers di lapangan. 

“Jurnalis sudah jelas mengenakan atribut, ini menunjukkan ada masalah serius dalam cara aparat memperlakukan pers,” kata Kamil.

Ia menambahkan, kekerasan terhadap jurnalis dalam aksi massa bukan hal baru dan terus berulang dari waktu ke waktu.  Untuk itu, Kamil menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan aksi massa dan penegakan aturan perlindungan pers. 

Sekretaris Jenderal Iwakum, Ponco Sulaksono, menambahkan, kerja-kerja jurnalis dilindungi UU Nomor 40/1999 tentang Pers.

Oleh karenanya, kerja jurnalis harus bebas dari ancaman dan intimidasi pihak manapun.  

“Jurnalis bukan musuh. Mereka bekerja untuk kepentingan publik,” kata Ponco. 

Ponco meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi atau judicial review Pasal 8 UU Pers yang diajukan Iwakum.

“Kami meminta agar MK memperjelas perlindungan hukum yang dimaksud dalam pasal itu adalah tindakan kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Bayu menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Ia datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk menjalankan tugas peliputan dan melihat situasi massa yang mulai ricuh. 

Dengan pertimbangan keamanan, Bayu memilih berdiri di barisan belakang polisi agar dapat mengambil gambar lebih aman.Namun, situasi berbalik saat ia menyaksikan adanya tindakan kekerasan dari aparat terhadap massa. 

Baca Juga:  Bank Bjb Serahkan Kunci Rumah Secara Simbolis Kepada 100 Debitur FLPP

“Saya ke barisan polisi supaya lebih aman, ya sudah saya mau motret-motret. Ternyata pas itu ada oknum mukulin masyarakat, saya juga langsung dipukul tiba-tiba,” ujar Bayu, dikutip dari Antara.

Bayu menduga pemukulan yang dialaminya terjadi karena dirinya memotret salah satu oknum yang tengah menganiaya massa pendemo.

Ia mengaku menerima pukulan di kepala dan tangan, tepat di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan gedung DPR.

Untuk melindungi diri, Bayu menutupi kepalanya dengan kamera. Namun, akibatnya beberapa kameranya mengalami kerusakan dan ia mengalami luka memar. 

Bayu mengaku heran menjadi sasaran kekerasan aparat, padahal ia mengenakan atribut peliputan lengkap.

“Saya sudah bilang kalau saya media, saya bawa dua kamera, masak tidak melihat? Terus saya pakai helm pers tulisannya besar ‘ANTARA’,” katanya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!