CIANJUR, GMN,- Menjelang tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di kios Pasar Induk Cianjur mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terjadi mulai dari seragam TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Budi salah seorang pedagang seragam sekolah di pasar Induk Cianjur mengatakan, meskipun masih banyak masyarakat yang datang langsung untuk membeli seragam, tren penurunan tetap terjadi setiap tahunnya. Ia mengungkapkan, penjualan secara online berdampak cukup besar pada penjualan offline.
”Kalau seragam sedikit terpengaruh oleh penjualan online, karena biasanya warga lebih memilih datang langsung untuk mengukur, jadi dampaknya dari online tidak terlalu besar,” kata Budi, dikutip rri.co.id, Minggu (6/7/2025).
Namun demikian, Budi mengakui bahwa persaingan harga dengan penjual online menjadi salah satu faktor penyebab penurunan tersebut. Ia mengungkapkan, penurunan omzet sekitar di bawah sepuluh persen.
”Ya, ada sedikit penurunan. Kalau di online lebih murah mungkin, jadi setiap tahunnya terus menurun, sekitar di bawah sepuluh persen,” ujarnya
Penjualan seragam, menurutnya, sudah mulai meningkat sejak Sabtu dan Minggu sebelumnya. Namun, omzet yang didapat belum menyamai tahun-tahun lalu.
”Untuk saat ini omzetnya antara Rp 5 juta sampai Rp 7 juta per hari, itu sudah Alhamdulillah. Karena sebelumnya, omzet bisa sampai Rp 20 juta per hari,” ungkap Budi.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang tradisional yang harus bersaing dengan sistem penjualan online yang kian diminati masyarakat karena kemudahannya.











