Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKOTA CIMAHI

Tiga Meriam Rapier Dipasang di Bundaran Jati, Perkuat Identitas Cimahi sebagai Kota Pendidikan Militer

199
×

Tiga Meriam Rapier Dipasang di Bundaran Jati, Perkuat Identitas Cimahi sebagai Kota Pendidikan Militer

Sebarkan artikel ini
Istimewa.
Example 468x60

CIMAHI-GMN,- Identitas Kota Cimahi sebagai kota pendidikan militer semakin menguat dengan dipasangnya tiga unit meriam jenis Rapier di kawasan Bundaran Jati, jantung Kota Cimahi.

Pemasangan ornamen militer tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud), Rabu (21/1/2026).

Example 300x600

Keberadaan tiga meriam Rapier yang dipinjamkan dari Pussenarhanud ini tidak hanya memperindah tata ruang kota, tetapi juga menjadi simbol kuat sejarah panjang Cimahi sebagai pusat pendidikan dan aktivitas militer di Jawa Barat. Bundaran Jati kini tampil sebagai ruang publik berkarakter, yang merepresentasikan jati diri Kota Cimahi.

Mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Kepala Bidang PUPR Fitri Yadi menjelaskan bahwa ketiga meriam Rapier tersebut merupakan alutsista buatan Inggris era 1950-an yang sudah tidak aktif atau operasional. Meski demikian, seluruh proses penempatan dilakukan melalui mekanisme dan koordinasi resmi dengan pihak Pussenarhanud.

“Pemerintah Kota Cimahi bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan perawatan alutsista tersebut selama dipajang di ruang publik. Semua dilakukan sesuai aturan dan melalui koordinasi yang baik dengan Pussenarhanud,” jelas Fitri Yadi.

Sementara itu, perwakilan Pussenarhanud Cimahi Letkol Afandi N. menegaskan bahwa tiga meriam Rapier tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman penempatan kepada Pemerintah Kota Cimahi. Status kepemilikan tetap menjadi milik TNI Angkatan Darat, dan pencatatan administrasi barang milik negara masih tercatat di Pussenarhanud.

“Secara fisik memang dipasang permanen di Bundaran Jati, namun statusnya tetap pinjaman. Tidak ada kaitan dengan penguasaan wilayah secara militer, melainkan sebagai bagian dari nilai sejarah Kota Cimahi sebagai kota pendidikan militer,” tegasnya.

Baca Juga:  Polda Jabar Perkuat Disiplin, Sinergi dan Kesiapsiapan Jajaran dalam Bertugas

Ia menambahkan, perawatan dan pengamanan alutsista menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Cimahi, termasuk pengecatan ulang apabila sudah kusam. Untuk aspek keamanan, akan dilakukan patroli bersama Satpol PP, dilengkapi CCTV serta penerangan lampu pada malam hari.

Dengan terpasangnya tiga meriam Rapier di Bundaran Jati, diharapkan dapat menambah nilai estetika, edukasi sejarah, dan daya tarik ruang publik, sekaligus menjadi pengingat perjalanan sejarah Kota Cimahi sebagai kota militer.

Pemerintah Kota Cimahi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat ikon baru tersebut agar tetap terpelihara dengan baik.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *