Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKOTA CIMAHI

Alun Alun Cimahi Dikepung Ragam Budaya Nusantara

251
×

Alun Alun Cimahi Dikepung Ragam Budaya Nusantara

Sebarkan artikel ini
Dok. Poto GlobalMedia News(Istimewa)
Example 468x60

CIMAHI-GMN,- Alun-Alun Kota Cimahi menjelma menjadi panggung kebhinekaan pada gelaran Festival Sangkuriang 2025. Ragam busana adat, tarian tradisional, musik etnik, hingga ritual budaya dari berbagai daerah di Indonesia berpadu dalam satu ruang publik, menyedot perhatian ribuan warga yang memadati pusat kota.

Sejak pagi, denyut kebudayaan terasa kuat. Perwakilan adat dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua tampil bergantian, menghadirkan warna-warni tradisi yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara.

Example 300x600
Dok.Poto GlobalMediaNews. (Istimewa)

Festival ini tak sekadar menjadi tontonan, tetapi ruang perjumpaan nilai, identitas, dan semangat persatuan dalam keberagaman.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi bersama unsur partai politik dan komunitas lintas budaya yang telah menginisiasi Festival Sangkuriang 2025.

Menurut Ngatiyana, Kota Cimahi meski berukuran kecil, namun dihuni oleh 23 etnis dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan keyakinan yang beragam.

Dok. Poto GlobalMedia News (Istimewa)

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat solidaritas sosial dan menjaga Cimahi tetap aman, tenteram, damai, dan harmonis.

Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama. Forum Pembauran Kebangsaan hadir untuk menjaga Cimahi tetap menjadi rumah bagi semua,” ujar Ngatiyana.

Ia menegaskan, melalui berbagai program seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, kegiatan budaya, doa dan dzikir kebangsaan, hingga pelibatan komunitas lintas etnis, FPK berperan aktif memperkuat dialog antar kelompok masyarakat.

Festival Sangkuriang 2025, lanjutnya, menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya dari berbagai komunitas termasuk etnis Tionghoa dan kelompok budaya lainnya dapat berpadu dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan.

“Pertunjukan seni dan budaya hari ini bukan sekadar hiburan, tetapi pesan kuat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga:  Audensi Persatuan Pedalangan Indonesia(Pepadi) Cimahi Diterima oleh Komisi IV DPRD Kota Cimahi

Ngatiyana juga menekankan pentingnya ruang ekspresi budaya, khususnya bagi generasi muda, agar tumbuh rasa bangga terhadap identitas lokal sekaligus menanamkan nilai toleransi dan persatuan sejak dini.

Wali Kota Cimahi juga berharap Festival Sangkuriang dapat terus digelar secara berkelanjutan, bahkan lebih dari sekali dalam setahun, sebagai sarana mempererat kolaborasi dan interaksi lintas budaya.

“Mari kita jaga Cimahi yang kita cintai ini tetap kondusif, rukun, dan damai. Dengan kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai, Cimahi akan selalu menjadi kota yang harmonis,” pungkasnya.

Festival Sangkuriang 2025 resmi dibuka dan diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, memperluas silaturahmi, serta meneguhkan Cimahi sebagai kota kebinekaan yang inklusif.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!