CIMAHI-GMN,- Kota Cimahi kembali menunjukkan denyut inovasinya. Melalui ajang Cimahi Motekar Awards (CHiMA) 2025, ratusan inovator dari berbagai kalanganmulai dari pelajar, guru, ASN, hingga UMKM mengadu kreativitas untuk menghadirkan solusi nyata bagi kota.
Sejak dibuka pada April 2025, kompetisi ini menghimpun 228 inovasi, mulai dari teknologi pemilahan sampah, layanan statistik digital, edukasi kesehatan, kecerdasan buatan, hingga inovasi lingkungan. Dari jumlah tersebut, 25 inovasi terbaik mendapat kesempatan mengikuti inkubasi dua bulan penuh pendampingan agar idenya siap dipraktikkan.
Puncaknya digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Cimahi. Sekda Kota Cimahi Maria Fitriana menegaskan bahwa tahun ini CHiMA bukan hanya lomba, tetapi wadah menghasilkan inovasi yang betul-betul bisa digunakan masyarakat.
“Motekar Award bukan garis akhir. Ini adalah titik awal agar inovator semakin percaya diri melahirkan karya yang lebih besar,” kata Maria.
Tidak hanya memberikan penghargaan, Pemkot Cimahi juga menandatangani kerja sama dengan Kanwil Kemenkumham Jabar untuk menghadirkan Sentra Pelayanan HAKI ruang bagi UMKM, kreator, dan inovator mendapatkan perlindungan hukum atas karya yang mereka ciptakan.
Inovasi Pemenang 2025
Di antara inovasi yang menarik perhatian publik adalah:
Grak Ompimpah – teknologi pendukung pilah sampah
C-Map – peta aksi berbasis data
Lestari – layanan statistik sektoral digital
Waste Wise – pemilah sampah otomatis berbasis AI
Ecoverse – platform lingkungan karya pelajar SMKN 1
GENBIJAK – edukasi pengambilan keputusan
SADIMTA – media tanam dari sampah diaper
Tiga perangkat daerah juga dinobatkan sebagai Perangkat Daerah Terinovatif: Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, dan Dinas Kominfo.
Dengan rangkaian kegiatan yang lebih matang, Cimahi berharap inovasi-inovasi ini bukan hanya dipamerkan, tetapi dapat digunakan secara nyata dalam kehidupan masyarakat.











