Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBusinessNASIONAL

IAGL ITB: Logam Tanah Jarang Aset Strategis Kejayaan Ekonomi dan Teknologi Indonesia

205
×

IAGL ITB: Logam Tanah Jarang Aset Strategis Kejayaan Ekonomi dan Teknologi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG, GMN,- Indonesia memasuki fase penting dalam persaingan teknologi global. Permintaan dunia terhadap Logam Tanah Jarang (LTJ) meningkat pesat sebagai elemen vital dalam sistem pertahanan modern dan industri energi hijau.

Menyikapi dinamika ini, Ikatan Alumni Geologi ITB (IAGL ITB) menyelenggarakan Seminar Nasional Logam Tanah Jarang 2025 di Auditorium Museum Geologi, Bandung, Sabtu (1/11/2025), sebagai forum strategis untuk ikut merumuskan arah kebijakan nasional LTJ.

Example 300x600

“Penguasaan rantai pasok mineral kritis sama dengan penguatan pertahanan negara. Indonesia harus memastikan kemandirian teknologi melalui industri LTJ yang berdiri untuk kepentingan nasional,ˮ ujar Abdul Bari, Ketua IAGL ITB.

Untuk memperkuat koordinasi dan pengelolaan mineral kritis, melalui Keputusan Presiden No. 77/P/2025 tanggal 25 Agustus 2025 Pemerintah telah membentuk Badan Industri Mineral (BIM) sebagai lembaga yang ditugaskan mengembangkan industri mineral strategis, termasuk LTJ. Pembentukan Badan Industri Mineral adalah keputusan strategis yang perlu difahami secara jelas dan menyeluruh.

Keputusan ini mencerminkan pengakuan bahwa LTJ bukan sekadar komoditas berharga, melainkan pilar kedaulatan dan daya saing ekonomi nasional. Indonesia memiliki fondasi geologi yang menguntungkan bagi pengembangan industri mineral kritis.

Selain potensi LTJ dari mineral ikutan processing timah, monazit dan xenotim (PT Timah), penelitian terkini menunjukkan peluang ekstraksi LTJ dari nikel laterit dengan kandungan scandium dapat terakumulasi. Seminar Nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) 2025 Hadirkan Pengambil Kebijakan dan Industri Strategis Call to Action Media Seminar Nasional LTJ – IAGL 2025 3 hingga 80 ppm tergantung pada profil lateritnya (PT ANTAM).

Kapabilitas ini membuka peluang industrialisasi berbasis teknologi dalam negeri yang memberikan nilai tambah tinggi. LTJ diperlukan untuk komponen inti pada radar, rudal presisi, sistem navigasi, drone, satelit, hingga magnet permanen untuk kendaraan listrik dan turbin angin. Ketergantungan impor atas material ini berarti kerentanan dalam memperkuat pertahanan dan mendorong transisi energi.

Baca Juga:  Enam Menteri Komitmen Ciptakan Ruang Digital Aman Anak

Tantangan terbesar terletak pada teknologi pemurnian dan pemisahan LTJ yang masih memerlukan penguasaan proses dan keekonomian yang terkait dengan investasi signifikan. Oleh sebab itu, kolaborasi riset–industri, pembangunan demonstration plant, serta kebijakan hilirisasi terukur menjadi kunci dalam mempercepat realisasi industri LTJ nasional.

Seminar ini untuk memahami dan memberikan masukan oleh para pakar, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan, menghadirkan pemangku kepentingan utama dari pemerintah, BUMN dan Industri, serta akademisi untuk menyelaraskan arah kebijakan, kesiapan pasokan, dan skema pengembangan industri berkelanjutan. Hasil forum, harapannya akan menjadi rekomendasi kebijakan nasional, termasuk dukungan pembentukan Proyek Strategis Nasional (PSN) Logam Tanah Jarang sebagai langkah penguasaan dan pengembangan yang menjadi bagian integral dari visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden, khususnya pada misi ke-2 dan ke-5 yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan pertahanan, industrialisasi, serta hilirisasi sumber daya strategis yang bernilai tambah dalam negeri.

“Kami ingin menegaskan keberpihakan dan komitmen dalam mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,  melalui inisiatif pengelolaan mineral kritis dan teknologi pengolahannya adalah sebagai sikap menegakkan kehormatan dan kemandirian bangsa di mata Dunia,” tandasnya.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!