TASIKMALAYA, GMN,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mendapat sorotan tajam setelah 56 siswa SMK Negeri Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami gejala keracunan. Para siswa dilaporkan mengalami mual, sakit perut, hingga diare setelah menyantap makanan dengan menu nasi, ayam, tahu, dan jeruk, pada Rabu (1/10/2025).
Kepala Puskesmas Cipatujah, Cepi Anwar, membenarkan kejadian tersebut. “Benar sedang kami tangani. Yang datang banyak,” ujarnya. Sebanyak 14 siswa dirawat di Puskesmas Cipatujah, sementara sisanya tersebar di rumah, puskesmas pembantu Padawaras, dan Puskesmas Bantarkalong.
Kasus ini langsung mendapat perhatian dari Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sobari Al Ayubi. Ia menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan penanganan cepat, sekaligus evaluasi menyeluruh pada standar distribusi dan kualitas MBG.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, ini harus diperbaiki. Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas saya minta bekerja maksimal,” tegas Asep.
Program MBG di Tasikmalaya menyalurkan sekitar 3.940 porsi makanan per hari untuk siswa SD hingga SMA. Dugaan keracunan massal ini memicu pertanyaan besar soal pengawasan dapur penyedia, distribusi makanan, serta manajemen higienitas yang belum optimal.

















