Scroll kebawah untuk baca berita/artikel !
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineJAWA BARATKOTA BANDUNG

“Sawala Lingkungan Hidup” Ajak Pemuda Menanggulangi Sampah Melalui Aspek Budaya

189
×

“Sawala Lingkungan Hidup” Ajak Pemuda Menanggulangi Sampah Melalui Aspek Budaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG, GMN,- Peran Pemuda dalam Penanggulangan Sampah Kota Bandung, melalui Pendekatan Aspek Budaya,  merupakan tema “Sawala Lingkungan Hidup 2025”, hasil kolaborasi Generasi Biru Bandung Utama (GBBU) dengan Sustainable Innovation Center, Gema Sundawani dan Enviro Strategic.

Acara ini didukung pula oleh Eiger, Dispora, dan Bagian Umum Setda Kota Bandung. Sedangkan mahasiswa yang hadir berasal dari negara Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Belanda, Turki, Pakistan, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Tanzania, Turkmenistan, Kolombia, Somalia, Ghana, Madagaskar, Togo, Myanmar, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok. Berlangsung Minggu siang (31/8/2025), di GSG Balaikota Bandung,

Example 300x600

Nico Valerie sebagai founder Sustainable Innovation Center, menegaskan bahwa acara ini diharapkan menjadi pemicu pemuda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. “Acara ini selain mengundang para mahasiswa lokal, juga mengundang para mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Kota Bandung,” kata Nico.

Sesi pertama bertema Peran Pemuda dalam Penanggulangan Sampah dipandu oleh Guruh Muamar Khadafi, Analis Kebijakan LAN. Pembicaranya antara lain Budayawan Robby Maulana Zulkarnain, M. Bijaksana Junerosano dari Waste 4 Change, dan seniman Joe P Project.

M. Bijaksana menyoroti pentingnya penegakan hukum, sehingga semua inovasi di bidang lingkungan hidup seperti pengelolaan sampah dari sumber hingga pembatasan ritase di TPA, dapat dilaksanakan dengan konsisten. “Dari sekian banyak program dalam pengelolaan sampah yang dibuat, kata kuncinya adalah law enforcement,” tuturnya.

Sesi dua dipandu oleh moderator Hakim Adhyguna sebagai Founder Enviro Strategic. Hakim menyatakan harapan bahwa semua stakeholders dalam pelestarian lingkungan dapat berkolaborasi demi masa depan Bandung yang lebih baik, dengan spesifikasi dan peran masing-masing. “Baik green jobs maupun sociopreneur, semuanya menjadi solusi atas permasalahan lingkungan yang kita hadapi saat ini,” paparnya.

Baca Juga:  Bank Bjb Serahkan Kunci Rumah Secara Simbolis Kepada 100 Debitur FLPP

Sebagai pembicara sesi 2 adalah Hardiansyah Pratama sebagai Senior Manager of Business Indika Energy, Fitrianti Sofyan sebagai Manajer Komunikasi dan Kampanye Coaction Indonesia, Fahri Reza Abdillah selaku Founder Jubelo dan Aan Priyatna, Sociopreneur. Sesi dua ini menyoroti Potensi Industri Hijau dan Peluang Kerjanya.

Fahri dari Jubelo menyatakan bahwa untuk menciptakan green jobs, tidak perlu menunggu modal yang besar, atau terhambat dari pendidikan yang linear, semua bisa dimulai dari apa yang ada di sekeliling kita. “Kita rasakan masalahnya dan kita coba temukan solusinya,” ungkap Fahri.

Guest of Honour pada acara Sawala ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pendekatan budaya adalah salah satu jalan efektif dalam dasar pengelolaan dan penanganan persampahan. Ia mencontohkan, kita sering menggunakan kemasan makanan yang ramah lingkungan dan mudah terurai, biodegradable, seperti dari daun pisang.

“Banyak falsafah Sunda yang menekankan kehidupan bersih, menjaga lingkungan, hidup selaras dengan alam, dan pemeliharaan lingkungan berkelanjutan” sambung Farhan.

Beliau juga juga menyatakan bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari lingkup ekosistem terkecil yaitu rumah tangga, berlanjut ke masyarakat sampai ke level kota. Semua harus kita mulai saat ini, secara bersama-sama.


Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!